Komisi IV DPRD Sukabumi Soroti Penanganan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem, Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:50 WIB Last Updated 2026-01-21T13:51:39Z


terbit.id, Sukabumi - Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi menyoroti meningkatnya potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, usai melakukan inspeksi mendadak ke salah satu perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Kecamatan Cidahu, Selasa (21/1/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, mengatakan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini memicu banyak bencana di berbagai wilayah. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati menghadapi kondisi cuaca yang belum stabil.

“Ya memang dengan cuaca ekstrem sekarang ini tentunya bencana banyak terjadi di mana-mana. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati,” ujar Ferry kepada terbit.id.

Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Menurutnya, pemerintah daerah sudah bekerja maksimal meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

“Penanganan memang belum sempurna, tapi Pemda kelihatannya sudah sangat bekerja keras dengan keterbatasan anggaran yang ada. Pemerintah tetap hadir bersama masyarakat untuk menyelesaikan persoalan bencana secara bertahap sesuai kemampuan,” katanya.

Ferry menilai, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam penanganan bencana, termasuk penyediaan personel, logistik, hingga alat berat.

“Untuk alat berat, logistik, personel, itu semua bermuara pada anggaran. Kalau anggarannya siap, semuanya bisa direalisasikan. Mudah-mudahan ke depan PAD kita semakin meningkat sehingga pembangunan dan penanganan bencana bisa lebih optimal,” ungkapnya.

Terkait banyaknya wilayah rawan longsor dan banjir, Ferry menekankan pentingnya penguatan deteksi dini oleh BPBD. Ia meminta agar sistem peringatan dini benar-benar difokuskan pada keselamatan masyarakat.

“Deteksi dini harus lebih akurat dan benar-benar mengarah pada titik aman, bukan sekadar buffer tapi safety. Supaya ketika terjadi bencana, kita sudah siap,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai mitigasi bencana, mitigasi risiko, hingga kesiapsiagaan harus terus dimaksimalkan.

Dalam hal perlindungan warga terdampak, Ferry mengapresiasi tingginya solidaritas masyarakat Kabupaten Sukabumi. Ia memastikan hingga saat ini belum ada laporan warga terdampak bencana yang mengalami kelaparan akibat kekurangan logistik.

“Alhamdulillah solidaritas masyarakat kita masih sangat tinggi. Elemen masyarakat, pengusaha, TNI-Polri, hingga dewan selalu turun membantu. Belum terdengar ada warga yang sampai kelaparan di lokasi bencana,” tuturnya.

Ferry juga membuka ruang pengaduan apabila masyarakat menemukan penanganan bencana yang dinilai lambat atau kurang maksimal.

“Kalau ada penanganan yang kurang maksimal, masyarakat bisa menghubungi kepala desa, camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, atau bisa juga langsung ke dewan,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Ferry kembali mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar selalu waspada.

“Untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan, terus berhati-hati dan waspada. Karena cuaca ekstrem ini masih berpotensi menimbulkan bencana di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Komisi IV DPRD Sukabumi Soroti Penanganan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem, Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Trending Now

Iklan