-->
  • Jelajahi

    Copyright © TERBIT.ID | BERITA TERBIT HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Health

    Limbah Kayu di Pesisir Pantai Loji Sukabumi Dimanfaatkan Warga Setempat

    TERBIT.ID
    Sabtu, 01 Oktober 2022, 14:30 WIB Last Updated 2022-10-01T18:32:10Z

    TERBIT.ID | Sukabumi - Dampak angin kencang serta gelombang pasang terjadi di seputaran Pantai Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membawa limbah kayu. 

    Informasi dihimpun terbit.id, Terdamparnya limbah kayu di pantai justru dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk di daur menjadi sebuk gergaji (Sawdust). 

    Bayu Nugraha Direktur Bumdes Karya Insani mengatakan, limbah berupa ranting, batang kayu, bambu dimanfaatkan sebagai bahan serbuk gergaji (sawdust). 

    "Dari kayu ini kita akan olah jadi serbuk masuk ke mesin claser ini, setelah jadi serbuk kita akan kirim ke PLTU," ujar Bayu, Sabtu (1/10/2022). 

    Ia menerangkan, sampah kayu bercampur dengan sampah plastik kerap terdampar di pantai tersebut. Oleh sebab itu, ia berinisiatif mendirikan shelter cofiring dengan menggandeng pihak PT Indonesia power. 

    "Karena hasil dari olahan ini kebetulan PLTU lah yang membantu kami dari mesin, serta selter yang ada di sini. Sampai di PLTU disana akan dijadikan bahan campur batu bara atau di mixs bersama batu bara," terangnya kang Sabay sapaan akrab Bayu. 

    Cofiring sendiri kata Sabay, merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batu bara di PLTU. Namun ia terbentur dengan proses produksi karena masih menggunakan tenaga manual. 

    "Sebetulnya sampai saat ini kita keterbatasan dari sisi mesin, karena mengingat sampah yang cukup luar biasa, sampah yang cukup banyak di lokasi ini, keterbatasan mesin beserta jarak tempuh dari pesisir pantai kesini, semua serba manual," paparnya. 

    Diketahui, shelter produksi dengan pantai Loji diperkirakan berjarak 300 meter. Oleh sebab itu, ia menginginkan adanya daya angkut agar produksi sawdust bertambah dan tidak seutuhnya secara manual. 

    "Harapan kami kedepan bisa di tambah lagi mesin, serta ada transportasi ada motor untuk pengambilan kayu dari pesisir pantai ke sini. Karena target kami ada di dua titik muara, Muara Cibutun dan Muara Cimandiri," tandasnya, (Billie). 

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    KESEHATAN

    +