Pergerakan Tanah Rusak 8 Rumah Warga di Bantargadung Sukabumi, 4 Ambruk Rata dengan Tanah

Redaksi
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:08 WIB Last Updated 2025-12-16T06:10:05Z
terbit.id, Sukabumi - Pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cijagung RT 06/07 Dusun 2, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak parah hingga ambruk. Peristiwa tersebut sudah berlangsung hampir satu bulan dan hingga kini pergerakan tanah masih terus terjadi.

Kepala Dusun 2 Desa Bojonggaling, Cecep Subrata, mengatakan pergerakan tanah mulai terjadi sekitar 20 November 2025 dan berlangsung secara bertahap. Akibatnya, total 8 rumah warga terdampak, dengan 4 rumah di antaranya ambruk rata dengan tanah.

“Kurang lebih ada delapan rumah yang terdampak. Empat rumah ambruk total, sementara lainnya mengalami kerusakan berat,” kata Cecep, Selasa (16/12/2025).

Cecep menjelaskan, rumah-rumah yang ambruk merupakan bangunan permanen. Kerusakan terjadi cukup parah hingga puing bangunan berserakan dan sejumlah barang elektronik serta perabot rumah tangga milik warga ikut rusak tertimbun material bangunan.

Ia menuturkan, sejak awal kejadian pihaknya bersama jajaran pemerintah desa, BPBD, serta unsur terkait terus melakukan pemantauan langsung di lokasi bencana.

“Alhamdulillah, setiap hari kami bersama jajaran terus memantau kondisi di lapangan, termasuk bersama BPBD. Untuk bantuan dari Pemerintah Desa Bojonggaling, baru enam paket sembako yang sudah tersalurkan,” ungkapnya.

Menurut Cecep, dua rumah lainnya baru mengalami kerusakan beberapa hari terakhir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari dua malam, sehingga mempercepat pergerakan tanah.

“Yang dua rumah itu baru sekitar tiga hari lalu kejadiannya. Waktu hujan deras dua hari dua malam, pergerakan tanahnya sangat cepat,” ujarnya.

Selain merusak rumah warga, pergerakan tanah juga berdampak pada akses jalan desa. Sepanjang kurang lebih 30 meter jalan mengalami penurunan dan anjlok, sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Kalau dilihat dari kondisi sekarang, tanahnya masih bergerak. Tadi pagi saat saya berangkat ke kantor desa belum terlalu dalam, sekarang sudah terlihat lebih dalam lagi,” kata Cecep.

Cecep menambahkan, Pemerintah Desa Bojonggaling telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kecamatan Bantargadung, serta mengajukan penanganan lebih lanjut hingga ke tingkat pusat. Warga pun berharap adanya solusi segera, terutama penyediaan hunian sementara di lokasi yang lebih aman.

“Informasinya dari Pak Kepala Desa sudah diajukan ke kecamatan dan ke pusat. Sementara ini baru sebatas laporan dan pendampingan melalui Puskesos, belum ada tindak lanjut lanjutan,” jelasnya.

Sambil menunggu bantuan dan penanganan dari pemerintah, warga yang rumahnya ambruk terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara di wilayah lain.

“Untuk sementara, warga yang rumahnya ambruk mengungsi ke rumah keluarga mereka masing-masing,” pungkas Cecep. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pergerakan Tanah Rusak 8 Rumah Warga di Bantargadung Sukabumi, 4 Ambruk Rata dengan Tanah

Trending Now

Iklan