Yappi Susanto: Idul Fitri Tanpa Semur Daging Kerbau, Rasanya Tidak Afdol

Redaksi Utama
Kamis, 04 April 2024 | 22:01 WIB Last Updated 2024-04-04T15:01:01Z

TERBIT.ID | JAKARTA —  Diera serba digital saat ini, ternyata masih ada saja warga Jakarta yang menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya betawi. 

Ihwal ini terlihat jelas saat berlangsung penyaluran bansos kepada sejumlah warga di RW 07 Joglo, Taman Alfa Indah Blok B 15 no 6 A Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.


"Inti kegiatan ini adalah perhatian Pengurus RW kepada seluruh Petugas untuk membangun kebersamaan, hubungan yang harmonis, juga bagi keluarga mereka di moment yang tepat," kata Ketua RW Yappi Susanto, hari ini.

"Secara rutin sejak tahun lalu, kami juga ada Program Berbagi RW 07 Joglo, dimana tiap bulan pembagian sembako senilai Rp 120.000 hingga Rp 150.000 untuk 45 paket bergilir tiap RT (12 RT / RW 7 Joglo) ditambah 2 komunitas emak-emak dilingkungan ini," imbuhnya.

Yappi menyebutkan, giat ini juga merupakan bentuk silaturahmi dan sekaligus guna menjaga hubungan baik antar sesama. Tak hanya itu, Yappi juga merekatkan tradisi yang sudah turun temurun di tanah betawi.

Misalnya, meski dikemas dalam giat bansos, namun tak mengabaikan ikatan emosi budaya dan tradisi yang sudah ada sejak dulu. Tradisi untuk memberi daging kerbau misalnya, tidak semua tempat itu ada.

"Mengapa daging kerbau? Karena di Jakarta tradisi Betawi di saat Idul Fitri tanpa Semur Daging Kerbau. Rasanya tidak afdol," ujarnya.

Dalam budaya Betawi, kerbau adalah hewan yang sangat dihormati karena perannya dalam membantu pekerjaan pertanian dan transportasi. Kerbau juga melambangkan kekuatan dan kesuburan. Oleh karena itu, menyembelih kerbau adalah suatu kehormatan dan tanggung jawab besar bagi pemiliknya.

Sebelum tahun 2015, imbuh Yappi, kami selalu menyiapkan 1 ekor kerbau hidup sebulan sebelumnya. Cukup merepotkan dan biaya tiap tahun terus naik. 

"Contoh tahun 2014 Rp 20 juta yang beratnya 200 kg sudah sulit diperoleh, banyak complaint dari warga akibat pencemaran lingkungan selama dipelihara 1 bulan, belum lagi biaya tukang sembelihnya," pungkasnya.

Alhamdulillah, lanjut Yappi, pada tahun 2024 ini, kami memberikan masing-masing ke petugas (Keamanan, Kebersihan, Lingkungan Hidup, Bank Sampah, Pospol, Binmas dan Babinsa) sebanyak 50 orang dengan ketentuan masing-masing menerima @ 2 kg karkas bersih, hingga Total 100 kg. (R/01)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Yappi Susanto: Idul Fitri Tanpa Semur Daging Kerbau, Rasanya Tidak Afdol

Trending Now

Iklan