-->
  • Jelajahi

    Copyright © TERBIT.ID | BERITA TERBIT HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Health

    Hari Santri Nasional di Parungkuda Sukabumi, Ustad Abdul Somad Sampaikan ini !

    TERBIT.ID
    Sabtu, 22 Oktober 2022, 16:55 WIB Last Updated 2022-12-03T06:29:29Z

    TERBIT.ID | Sukabumi - Ribuan masyarakat antusias hadiri siraman rohani dari Ustad Abdul Somad di Hari Lahir (Harlah) Desa Bojongkokosan ke 40, sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional di lapang  bola Babakanpendeundeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu,( 22/10/2022),

    Pantauan terbit.id antusiasme ribuan masyarakat pecinta ustad Abdul Somad memenuhi lapang sepak bola Babakanpendeuy meskipun kondisi becek setelah semalam sempat diguyur hujan namun tetap setia untuk mendengarkan tausiyah Ustad Abdul Somad. 

    Kepala Desa Bojongkokosan Dini Rahmawati menyampaikan, acara sillaturrahiim akbar dalam rangka hari jadi Desa Bojongkokosan ke 40, Maulid Nabi Muhammad SAW serta Hari santri Nasional dengan Penceramah  Prof. Dr. KH. Ustadz Abdul Somad. Lc. MA  dzikir Akbar KH. M.Abdul Syukur. 

    " Mohon kerjasamanya supaya hari ini sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama, pada kesempatan ini tidak akan banyak yang kami sampaikan hanya ingin mengucapkan atas kebesaran Allah SWT yang telah menunjukkan kebesarannya pada hari ini,"jelas Dini. 

    Pihaknya juga menyampaikan, Kami ucapkan terimakasih serta selamat datang kepada Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc, D.E.S.A., Ph.D, dan para jamaah yang begitu sangat antusias menghadiri kegiatan ini,"tandasnya.

    Dalam tausiyahnya Ustad Abdul Somad menyampaikan, 10 Nopember mereka meneriakkan Allohuakbar, beranikah meneriakan Allohuakbar kalo tidak dijanjikan surga oleh ulama, apa yang membuat mereka berani meninggalkan Bojongkokosan, hartanya, nyawanya, anaknya, istrinya ulama itu mereka keluar berjuang di Bojongkokosan, makanya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri Nasional, oleh karena itu hari ini di peringati sebagai hari santri. 

    " Kita berkumpul disini mendengarkan kalam-kalam Allah SWT, kita mendengar dzikir dan hati kita mengingat Allah SWT, mudah-mudahan Allah SWT memberikan kita Istiqomah dan meninggal dunia dalam keadaan khusnul khatimah,"papar UAS sapaan akrab Ustad Abdul Somad. 

    Lebih lanjut UAS, Tadi Ibu Kades membaca sambutannya diiringi dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an itu didikan para santri, kalau bukan santri yang diundang penyanyi dangdut pakai rok pendek, tapi karena santri dan pecinta ulama maka dihadirkan kami sebagai bentuk rasa syukur terhadap Allah SWT," Ujarnya. 

    " Nyawa kita tidak tahu andai Abdul Somad meninggal dunia maka majelis ini akan tetap ada sampai hari kiamat, akan tetapi kita wariskan kepada anak-anak kita tempat kita ini disebut dengan BERSINAR Bersih Dari Narkoba," Tegasnya. 

    Alhamdulillah ibu kades dan perangkat desa menjadi penyantun Pondok Pesantren Nurul Mubtadiin, mudah-mudahan pondok pesantren ini menjaga anak-anak kita menjadi ahlu sunnah wal jama'ah, jangan ada lagi yang tidak bisa baca Al-Qur'an,"imbuhnya.

    Pesantren ada kelasnya, asramanya, kantornya, ruang belajarnya, kita bantu dengan 1 zak semen insyaallah pahala itu yang akan mengalir sampai ke akhirat karena yang kita bawa mati hanya shodaqoh dan amal kebaikan kita selama di dunia,"pungkasnya.(R Cking). 

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    KESEHATAN

    +