-->
  • Jelajahi

    Copyright © TERBIT.ID | BERITA TERBIT HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Health

    Dewi Asmara Konsen Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Sukabumi Jawa Barat

    TERBIT.ID
    Selasa, 19 Juli 2022, 13:43 WIB Last Updated 2022-07-19T08:19:04Z
    Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Golkar Dewi Asmara Didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Wahidin saat Bedialog Dengan Pemuda Peserta Sosialisasi Stunting, Selasa,(19/7/2022). Foto : Cking. 

    TERBIT.ID | Sukabumi - Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Golkar Dewi Asmara temui para kader Pos Yandu, PKK dan Pemuda untuk menyampaikan pentingnya  percepatan penurunan Stunting di Sukabumi. 

    Pantauan terbit.id, Hj. Dewi Asmara didampingi Kepala perwakila BKKBn Provinsi Jawa Barat Wahidin dan BKKBN Kabupaten Sukabumi, sebagai mitra kerja komisi IX di GOR Double D Jalan Balai Desa RT 03/3 Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa,(19/7/2022). 

    Usai Reses kepada terbit.id, Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Golkar Dewi Asmara mengatakan, Dalam rangka reses untuk mengunjungi desa-desa baik yang masih tinggi stuntingnya maupun yang lebih berhasil menangani stuntingnya. 

    Karena stunting sebagai salah satu program nasional pemerintah yang dijalankan oleh komisi IX adalah penurunan stunting. 

    " Tentunya kita bukan hanya mensosialisasikan malalui dialog langsung dengan kader-kader Pos Yandu, PKK dan para pemuda agar memiliki kepedulian terhadap stunting, karena sosok Sukabumi kedepan ditentukan oleh anak-anak muda sekarang," Jelas Dewi. 
    Lebih lanjut Dewi, Tentunya Anak-anak sekarang supaya menjadi anak yang hebat berkualitas tentu harus dengan perencanaan dan kita memperhatikan, bahkan stunting bukan hanya tugas pemerintah tapi juga keterlibatan semua masyarakat,"ujarnya.

    "Alhamdulillah hari ini di Desa Purwasari tidak ada yang stunting, dan saya akan keliling Sukabumi dalam rangka penurunan stunting dan juga mengirimkan bantuan-bantuan luncuran dari APBN nanti keseluruh Indonesia agar ada perbaikan-perbaikan Posyandu,"imbuhnya.

    Diakui Dewi, bahwa temuan kasus di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Palanuhanratu ada 82 kasus stunting, kemudian di SimpenanSimpenan, Jampang kulon, Tegal Bulet, Surade dan ada juga desa yang stunting nya hanya 10 kasus.

    " Pada intinya seluruh permasalahan stunting ini adalah kewajiban kita bersama-sama, kami sebagai perwakilan DPR RI dari dapil  Kabupaten Sukabumi dan Kota, juga pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun masyarakat itu sendiri InsyaAllah kita akan terus memberikan dana-dana dari pusat dalam bentuk DAK, Kesehatan dan sebagainya yang akan menjadi PAD pemda yang menyalurkanmenyalurkan dan kita akan perjuangkan Sukabumi bebas dari stunting,"ucapnya.

    Dewi berharap di Kabupaten Sukabumi bebas stunting dan tentunya lebih banyak keluarga-keluarga berkualitas sehingga memiliki anak-anak emas untuk menyosong 2025.

    Sementara itu Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jabar Wahidin menyampaikan, saat ini di tingkat nasional kasus stunting kisaran diangka 24,4 persen artinya perbandingannya dari 100 orang hanya 24 Orang, sementara di Jawa Barat angkanya 24,5, dan di kabupaten Sukabumi tingkat status stunting 24,2 lebih rendah sedikit. 

    " Memang ini menjadi perjuangan berat karena pak Presiden mengingatkan kepada kita semua supaya di Indonesia di tahun 2024 angka stunting nya tidak melebihi dari angka 14 persen. Jadi di Kabupaten Sukabumi sampai dua tahun setengah kedepan harus menurunkan 10 persenpersen dari 24,2 menjadi 14 persen,"ujar Wahidin. 

    Lebih lanjut Wahidin, karena ini angkanya fleksibel, kalo hari ini angkanya rendah jika kita tidak menangani dengan baik maka tahun depan bisa saja naik, maka yang rendah bukan berarti tidak meneruskan  program-program yang selama ini ada. Yang rendah tentunya harus mempertahankan tapi yang belum harus harus memperjuangkan lebih ekstra supaya stuntingnya bisa diturunkan. 

    " Strateginya dari hulu, jadi mulai dari pendampingan keluarga sebelum menikah, untuk itu BKKBN sudah membentuk tim pendamping keluarga yang sudah dilatih, karena memang perlu pahaman calon pengantin terkait stunting," Paparnya. 

    "Kami berkoordinasi dengan komisi IX DPR RI ibu Hj. Dewi Asmara, karena memang beliau cukup konsen terkait hal stunting,"pungkasnya.(Cking). 

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    KESEHATAN

    +