Tingkatkan Kompetensi Siswa, SMKN 1 Pacet Pelajari Budidaya Sacha Inchi Bernilai Ekonomi Tinggi

Redaksi
Rabu, 11 Februari 2026 | 20:20 WIB Last Updated 2026-02-11T15:49:24Z

TERBIT.ID - Sukabumi, SMK Negeri 1 Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melalui Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), melaksanakan kunjungan industri ke Agro Wisata Gunung Wayang, Desa Gunungendut, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Rabu (11/2/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung demplot (demonstration plot) budidaya kacang Sacha Inchi sebagai bagian dari rencana pengembangan komoditas unggulan di lingkungan sekolah.

Rombongan dipimpin Guru Produktif Pertanian Usep Munawar dan Lela Yusmiati, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Budi Yuliana Rahayu serta Guru BP/BK Yadi Mulyana. Dalam kegiatan itu, para guru melakukan observasi teknis terkait sistem budidaya, potensi hasil, hingga peluang pengembangan Sacha Inchi sebagai media pembelajaran dan kewirausahaan siswa.


Guru Produktif Pertanian SMK Negeri 1 Pacet, Usep Munawar, mengatakan bahwa Sacha Inchi merupakan komoditas yang memiliki nilai edukatif sekaligus prospek ekonomi yang menjanjikan.

“Tanaman Sacha Inchi ini sangat relevan sebagai media pembelajaran berbasis proyek. Siswa tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga memahami manajemen agribisnis dari hulu ke hilir, termasuk pengolahan dan pemasaran hasilnya,” ujar Usep.

Ia menambahkan, kandungan nutrisi Sacha Inchi yang kaya protein dan asam lemak omega 3, 6, dan 9 menjadikannya komoditas inovatif yang potensial dikembangkan di tingkat sekolah.

“Melalui pengembangan demplot di sekolah, kami ingin mendorong lahirnya inovasi produk turunan berbasis Sacha Inchi yang bisa menjadi peluang kewirausahaan siswa. Ini sejalan dengan semangat sekolah vokasi yang menyiapkan lulusan siap kerja dan siap berwirausaha,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Pacet, Budi Yuliana Rahayu, menjelaskan bahwa kunjungan industri merupakan bagian dari penguatan link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa rencana pengembangan komoditas di sekolah benar-benar berbasis praktik lapangan dan kebutuhan pasar. Dengan melihat langsung demplot yang sudah berjalan, kami mendapatkan gambaran nyata tentang teknis budidaya, tantangan, serta peluangnya,” ujar Budi.


Perwakilan Agro Wisata Gunung Wayang, Zeffry Subianto, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi inisiatif sekolah dalam mengembangkan komoditas alternatif yang bernilai ekonomi.

“Kami berterima kasih atas kunjungan dari SMKN 1 Pacet. Kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin, sehingga Sacha Inchi tidak hanya menjadi komoditas budidaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan inovasi bagi generasi muda di bidang pertanian,” kata Zeffry.

Ia menambahkan, pihaknya terbuka untuk berbagi pengalaman dan mendukung pengembangan demplot Sacha Inchi di lingkungan sekolah.

Melalui kunjungan ini, SMKN 1 Pacet menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis industri serta mendorong inovasi pertanian yang adaptif terhadap peluang pasar dan perkembangan agribisnis modern. *(Red).
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tingkatkan Kompetensi Siswa, SMKN 1 Pacet Pelajari Budidaya Sacha Inchi Bernilai Ekonomi Tinggi

Trending Now

Iklan