-->
  • Jelajahi

    Copyright © TERBIT.ID | BERITA TERBIT HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Health

    21 Titik Longsor Bencana Alam di Cicurug Mulai Didata P2BK

    TERBIT.ID
    Rabu, 15 Juni 2022, 19:28 WIB Last Updated 2022-06-15T13:51:53Z


    TERBIT.ID | Sukabumi - P2BK Cicurug akui longsoran tebing di bantaran sungai Cicatih Desa Mekarsari dan 20 lokasi longsor lainnya di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, murni faktor bencana alam.


    Informasi yang dihimpun Terbit.id, Disaat hujan terjadi meskipun volume debit air di aliran sungai Leuwipeucang cukup deras namun kondisi jembatan Leuwipeucang terlihat kokoh setelah adanya program kolaborasi antara CV BAM, PUPR Kabupaten Sukabumi serta Aqua dengan program penguatan TPT dan Retaing Wall sungai untuk menahan erosi dari pirhed sisi jembatan, pada tanggal, 29 September 2021.


    Berdasarkan laporan yang diterima dari pihak P2BK ada 21 titik longsor akibat hujan deras (bencana alam) yang terjadi pada Senin sore, 13 Juni 2022.


    Saat dihubungi Terbit.id, Petugas Penaggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug Dody Firmansyah mengatakan, pihaknya mulai melakukan peninjauan dan pendataan setiap titik-titik longsor, Rabu (15/6/2022).


    Dari 21 titik pelaporan di 6 desa, pihak P2BK sejauh ini baru memastikan atau meninjau kondisi longsor yang berada di 2 desa. 


    "Baru dua lokasi yang ditinjau, yakni Desa Mekarsari dan Purwasari, di Desa Mekarsari ada 2 titik dan Purwasari ada 7 titik yang sudah ditinjau," jelas Dody.


    Dari dua titik longsor di Desa Mekarsari ia menerangkan bahwa titik pertama ada di TPT Perumahan BCA Mekarsari, dan titik kedua ada di bantaran sungai Cicatih.


    "Keduanya, murni bencana alam akibat hujan deras," Ungkapnya.


    Pada bantaran kali yang jadi penyebab longsor adalah debit air yang besar, keduanya sama-sama bersumber dari hujan deras, sementara TPT yang berada di perumahan itu ia menuturkan bahwa drainase jadi faktor penyebab ambrolnya tebing. 


    "Untuk di bantaran sungai karena debit air tinggi dan deras mengakibatkan tanah di bibir sungai itu tergerus air dan terjadilah longsor," pungkas Dody. (Cking). 

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    KESEHATAN

    +