Pembunuhan Ibu dan Anak di Pinrang, Polisi Amankan Seorang Pengantar Galon



TERBIT.ID ■ Polisi masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak yang terjadi di rumah kost pondok khayla Jl. Kijang Kel. Maccorawalie Kec. Watang Sawitto Kab. Pinrang yang terjadi Pada hari minggu tanggal 27 Juni 2021 sekitar pukul 12.00 wita

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian ini, dia menjelaskan korban Pembunuhan tersebut beridentitas seorang perempuan inisial SIN (34), seorang Perawat di Plamonia Makassar dan anaknya AD, (10) Tahun, warga Jl. Kijang Kel. Maccorawalie Kec. Watang Sawitto Kab. Pinrang.

Saat ini, sebanyak 4 saksi sudah menjalani pemeriksaan petugas Reskrim Polres Pinrang untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis ini, yaitu' AS (25) Suami Siri Korban, WA,(33) Pemilik Kos, RO (23) Penghuni Kos dan DA  (30) Penghuni Kos, jelas Zulpan

Kabid Humas mengatakan dari laporan yang kami terima, korban tewas dengan luka-luka yang terdapat di tubuh korban yaitu SIN (34) luka Tusukan Pada Bagian Pinggang Kanan dan Punggung belakang serta luka bekas cakaran dileher korban, dan AD, (10) Tusukan Pada bagian leher sebelah kanan, imbuhnya.

lanjut Kabid Humas membeberkan, kalau Tim dari Inavis Polres Pinrang bersama Ka SPKT Polres Pinrang dan SPKT Polsek Watang Sawitto telah datang di lokasi dan langsung mengsterilkan Lokasi TKP dan melakukan olah TKP sejak siang tadi, ucap dia.

Saat ini olah TKP telah berakhir dan korban di evakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi dan para saksi-saksi di bawa oleh Anggota Reskrim Polres Pinrang untuk dilakukan pemeriksaan awal, terangnya

Masih kata E. Zulpan, sekitar pukul 13.10 Wita anggota Reskrim Polsek Watang Sawitto  dan Bhabinkamtibmas Kel. Maccorawalie dibantu Bhabinsa telah mengamankan seorang pengantar Galon berinisial AZ (19) warga langnga, ungkapnya menambahkan.

Kita sudah amankan terduga pelaku, di tempat kerjanya di Depot Air Sehat di Jl. Beruang Kel. Maccorawalie Kec. Watang Sawitto dan membawanya ke Posko Resmob Untuk dilakukan Introgasi, pungkas E. Zulpan. (TB-R)

0 Komentar