Terumbu Karang Ditanam di Balik Breakwater PLTU Pelabuhan Ratu, Ekosistem Laut Sukabumi Dipulihkan

Redaksi
Minggu, 13 September 2026 | 15:51 WIB Last Updated 2026-09-13T08:52:50Z
terbit.id, Sukabumi - Di balik aktivitas pembangkitan listrik, kawasan perairan sekitar PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu menyimpan ruang bagi kehidupan laut untuk tumbuh kembali. Area kolam Jetty dan breakwater kini dimanfaatkan sebagai lokasi pembibitan terumbu karang (nursery ground) sebagai bagian dari upaya memulihkan ekosistem pesisir Kabupaten Sukabumi, pada Rabu(9/9/2026). 

Upaya konservasi tersebut dilakukan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu (PLN IP UBP JPR) bersama Komunitas PENYU Kabupaten Sukabumi. Selain pembibitan terumbu karang, kegiatan juga mencakup penanaman enam bibit mangrove untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir.

Alih-alih berhenti pada kegiatan penanaman, program ini dirancang untuk berlanjut melalui monitoring berkala. Pemantauan menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan bibit terumbu karang sekaligus mengetahui perubahan kondisi ekosistem bawah laut di sekitar area konservasi.

Memanfaatkan Area Perairan di Sekitar PLTU

Pemilihan kawasan kolam Jetty dan breakwater PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu bukan tanpa alasan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan kondisi ekosistem bawah laut di sekitar area tersebut dinilai baik dan mendukung pengembangan nursery ground terumbu karang.

Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menjadikan kawasan sekitar infrastruktur pembangkit tidak hanya berfungsi mendukung operasional, tetapi juga memiliki nilai ekologis melalui kegiatan pemulihan habitat laut.

Manager Administrasi PLN IP UBP Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu, Angga Pradipta, mengatakan konservasi keanekaragaman hayati merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

“Melalui kegiatan ini, kami terus mendorong upaya pelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan. Pembibitan terumbu karang yang dilakukan di sekitar Jetty dan breakwater menjadi langkah awal yang akan dilanjutkan dengan monitoring secara berkala,” ujar Angga.

Menurut dia, pemantauan diperlukan untuk memastikan bibit terumbu karang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Data dari pemantauan juga dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah konservasi berikutnya secara lebih tepat.

Dari Pembibitan Menuju Pemulihan Ekosistem

Pembibitan terumbu karang memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan ekosistem laut. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai biota sekaligus bagian dari ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologis penting.

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan bibit tersebut untuk bertahan, tumbuh, dan menjadi bagian dari ekosistem laut.

Pendekatan tersebut membuat monitoring menjadi tahapan yang tidak terpisahkan dari kegiatan konservasi. Pemantauan secara berkala memungkinkan kondisi bibit dan lingkungan sekitarnya diketahui sehingga intervensi dapat dilakukan apabila ditemukan perubahan atau kendala dalam proses pertumbuhan.

Di sisi lain, penanaman enam bibit mangrove melengkapi upaya pemulihan ekosistem pesisir. Terumbu karang dan mangrove memiliki karakter serta fungsi ekologis berbeda, tetapi keduanya sama-sama menjadi bagian penting dari bentang alam pesisir yang saling berkaitan.

Kolaborasi untuk Menjaga Keanekaragaman Hayati Laut

Kegiatan bersama Komunitas PENYU Kabupaten Sukabumi tersebut juga menjadi tindak lanjut pembahasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sukabumi, terutama terkait perlindungan keanekaragaman hayati.

Kolaborasi antara perusahaan dan komunitas menjadi penting karena konservasi pesisir membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pengetahuan lapangan dari komunitas dapat berjalan berdampingan dengan dukungan sumber daya dan komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan sekitar wilayah operasional.

PLN IP UBP Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi upaya konservasi yang berkelanjutan, bukan sekadar aktivitas penanaman. Dengan monitoring yang dilakukan secara berkala, perkembangan ekosistem dapat terus diketahui dan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program berikutnya.

Melalui pendekatan tersebut, kawasan pesisir di sekitar PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu diharapkan dapat memberikan manfaat ganda: mendukung operasional pembangkitan sekaligus membuka ruang bagi pemulihan keanekaragaman hayati laut dan pesisir di Kabupaten Sukabumi. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Terumbu Karang Ditanam di Balik Breakwater PLTU Pelabuhan Ratu, Ekosistem Laut Sukabumi Dipulihkan

Trending Now

Iklan