Gempa M6,5 Guncang Dekat Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Redaksi
Sabtu, 12 September 2026 | 05:59 WIB Last Updated 2026-09-11T23:00:21Z
terbit.id, Jakarta - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Laut Jawa pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 04.23.55 WIB. Gempa berpusat di laut sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dengan kedalaman 368 kilometer dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG memperbarui parameter gempa yang sebelumnya tercatat bermagnitudo 5,9 menjadi M6,5. Episenter gempa berada pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis BMKG, Sabtu (12/9/2026).

Gempa dalam akibat aktivitas intraslab
BMKG menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa bumi dalam yang terjadi akibat aktivitas intraslab. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan geser turun atau oblique normal.

Kedalaman hiposenter yang mencapai 368 kilometer membuat getaran gempa dapat dirasakan di wilayah yang cukup luas. Meski demikian, hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Getaran paling kuat dilaporkan mencapai IV MMI di sejumlah wilayah, antara lain Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

Pada skala IV MMI, guncangan dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sejumlah benda seperti gerabah dapat pecah, sementara jendela dan pintu dapat berderik serta dinding terdengar berbunyi.

Sementara itu, intensitas III MMI dilaporkan di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap. Pada tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti ada truk yang melintas.

Getaran dengan intensitas II-III MMI juga dirasakan di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Adapun intensitas II MMI tercatat di Lemong, Semaka, dan Bengkunat. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

BMKG minta warga tidak panik
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa.

“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Wijayanto.

BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai gempa Laut Jawa, gempa Kepulauan Seribu, magnitudo 6,5, dan potensi tsunami hanya melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs dan akun media sosial resmi InfoBMKG serta aplikasi InfoBMKG. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gempa M6,5 Guncang Dekat Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Trending Now

Iklan