KA Pangrango Tertemper Orang di Parungkuda-Cibadak, Perjalanan Sempat Terganggu

Redaksi
Senin, 07 September 2026 | 21:05 WIB Last Updated 2026-09-07T14:06:51Z
terbit.id, Sukabumi - Perjalanan KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi mengalami gangguan setelah rangkaian kereta api tersebut tertemper seorang perempuan di Km 37+200/300 petak jalan Parungkuda-Cibadak, Sukabumi, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.27 WIB. Korban mengalami luka berat dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia mengatakan, petugas KAI bersama pihak kepolisian dan pihak terkait langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan.

“KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas adanya gangguan perjalanan PLB 228A KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi akibat tertemper orang di Km 37+200/300 petak jalan Parungkuda–Cibadak,” ujar Franoto Wibowo.

Berdasarkan informasi sementara, korban diketahui merupakan seorang perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 65 tahun. Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui. Korban dilaporkan mengalami luka berat dan kemudian dievakuasi oleh petugas kepolisian ke RS Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

KAI menyatakan kondisi terkini korban masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang. Petugas KAI juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan proses penanganan serta pengamanan di lokasi berjalan dengan baik.

Setelah kejadian, petugas melakukan pemeriksaan terhadap lokomotif dan rangkaian KA Pangrango untuk memastikan kondisi kereta tetap aman dan layak melanjutkan perjalanan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan lokomotif dan rangkaian KA Pangrango dalam kondisi aman. Kereta kemudian kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 18.37 WIB.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Pangrango mengalami keterlambatan sekitar empat menit. KAI memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran operasional perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas.

Franoto mengimbau masyarakat agar tidak berada ataupun melakukan aktivitas di jalur kereta api. Menurutnya, jalur rel merupakan ruang operasional perjalanan kereta api sehingga memiliki risiko keselamatan yang tinggi.

“KAI mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga keselamatan dan tidak berada maupun beraktivitas di jalur kereta api, mengingat jalur tersebut merupakan ruang operasional perjalanan kereta api yang memiliki risiko keselamatan tinggi,” katanya.

KAI Daop 1 Jakarta terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kejadian tersebut. Koordinasi dilakukan sekaligus untuk memastikan perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan aman dan lancar.(R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KA Pangrango Tertemper Orang di Parungkuda-Cibadak, Perjalanan Sempat Terganggu

Trending Now

Iklan