terbit.id, Sukabumi - Kursi Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya periode 2026-2029 mulai diperebutkan. Setelah kepengurusan periode 2023-2026 di bawah kepemimpinan Apit Haeruman, jurnalis Metro TV, berakhir, organisasi jurnalis televisi tersebut bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Muskorda) ke-3.
Muskorda dijadwalkan berlangsung di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 26 September 2026. Salah satu agenda utama dalam forum tiga tahunan itu adalah memilih ketua baru yang akan memimpin IJTI Korda Sukabumi Raya untuk tiga tahun ke depan.
Ketua Panitia Muskorda ke-3 IJTI Korda Sukabumi Raya, Panji Aprianto, mengatakan persiapan pelaksanaan Muskorda kini terus dilakukan, termasuk proses penjaringan bakal calon ketua.
“Masa jabatan kepengurusan periode 2023-2026 sudah habis. Maka dari itu, kami panitia bersiap menggelar kembali Muskorda IJTI Korda Sukabumi Raya yang ketiga di Pelabuhanratu,” kata Panji, Kamis (10/9/2026).
Menurut Panji, pendaftaran bakal calon ketua telah dibuka sejak awal September 2026. Hingga saat ini, panitia telah mencatat satu orang yang mengambil formulir pendaftaran.
Formulir tersebut selanjutnya harus diisi dan dikembalikan kepada panitia sesuai ketentuan. Batas akhir pengembalian formulir ditetapkan pada 15 September 2026.
“Pengambilan formulir sudah dilakukan oleh satu orang pendaftar. Formulir tersebut wajib diisi dan diserahkan kembali kepada panitia paling lambat pada 15 September 2026,” ujarnya.
Pemilihan Ketua Digelar Langsung
Muskorda kali ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang bagi anggota IJTI Korda Sukabumi Raya untuk menentukan arah organisasi selama tiga tahun mendatang.
Panitia memastikan pemilihan ketua akan dilakukan secara langsung melalui mekanisme pemungutan suara. Para kandidat yang memenuhi persyaratan nantinya akan diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi di hadapan peserta Muskorda.
Panji menegaskan, jumlah kandidat yang akan bertarung masih menunggu hingga tahapan pendaftaran ditutup.
“Kita lihat nanti ada berapa calon yang mendaftar. Puncaknya akan ada penyampaian visi dan misi, diikuti pemungutan suara secara langsung. Kami siapkan bilik suara seperti pemilu,” katanya.
Mekanisme tersebut diharapkan membuat proses pemilihan berjalan terbuka dan demokratis, sekaligus memberikan ruang kepada anggota untuk menentukan figur yang dinilai paling mampu membawa IJTI Korda Sukabumi Raya menghadapi tantangan organisasi dan perkembangan industri jurnalistik televisi.
Bukan Sekadar Pergantian Ketua
Selain agenda pemilihan ketua, Muskorda ke-3 IJTI Sukabumi Raya juga akan dirangkai dengan malam penganugerahan IJTI Award. Penghargaan tersebut akan diberikan dalam sejumlah kategori sebagai bagian dari rangkaian kegiatan organisasi.
Sejumlah pihak dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut, mulai dari unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Sukabumi, jajaran Pengurus Pusat IJTI dari Jakarta, Pengurus Daerah IJTI Jawa Barat, hingga perwakilan Korda IJTI di wilayah terdekat.
Meski demikian, fokus utama Muskorda tetap berada pada proses regenerasi kepemimpinan. Figur yang terpilih nantinya akan mengemban mandat untuk menjalankan roda organisasi IJTI Korda Sukabumi Raya periode 2026-2029.
Panitia berharap proses tersebut menghasilkan ketua yang tidak hanya mampu menjalankan organisasi secara administratif, tetapi juga memiliki visi untuk memperkuat profesionalisme dan keberadaan jurnalis televisi di wilayah Sukabumi Raya.
“Harapan kami melalui Muskorda ini dapat melahirkan sosok ketua baru yang mampu memajukan organisasi serta membawa nama besar IJTI Korda Sukabumi Raya ke depan,” pungkas Panji.
Dengan tahapan pendaftaran yang masih berlangsung hingga pertengahan September, dinamika bursa calon ketua IJTI Sukabumi Raya pun masih terbuka. Siapa yang akhirnya mendapatkan mandat untuk memimpin organisasi periode 2026-2029 akan ditentukan melalui suara anggota dalam Muskorda ke-3 pada 26 September mendatang. (R.Cking).

