Hari Jadi ke-156, Tiket Cimalati Dipangkas Jadi Rp10 Ribu, Pengunjung Membeludak hingga 90 Persen

Redaksi
Minggu, 13 September 2026 | 15:29 WIB Last Updated 2026-09-13T08:31:59Z
terbit.id, Sukabumi - Potongan harga tiket masuk wisata air alami, Taman Rekreasi Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dari harga normal Rp35.000 menjadi hanya Rp10.000, langsung mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.

Pantauan langsung terbit.id antusias pengunjung wisata air alami Taman Rekreasi Cimalati, wisatawan berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan  lokal Sukabumi dari usia anak hingga dewasa memenuhi wahana yang tersedia. 

Program yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (12-13 September 2026), tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya pengunjung yang memanfaatkan momentum liburan sekaligus menikmati wahana wisata dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus Dewan Pengawas Perumda Pesona Pariwisata Taman Rekreasi Cimalati, Ali Iskandar, bersama Direktur Utama Perumda Pesona Pariwisata Taman Rekreasi Cimalati, Ace Riyadi, meninjau langsung kondisi kawasan wisata pada Minggu (13/9/2026).

Ali mengatakan, program diskon tersebut menjadi salah satu cara pemerintah daerah dan pengelola untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat dalam momentum hari jadi Kabupaten Sukabumi.

“Semula dengan angka Rp30.000, hari ini menjadi hanya Rp10.000. Ini kemudian menghadirkan antusias warga yang luar biasa,” kata Ali.

Menurutnya, tingginya antusiasme pengunjung menjadi kabar positif bagi pengelolaan destinasi wisata milik pemerintah daerah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah pengunjung pada momentum diskon tersebut mengalami peningkatan sekitar 80 hingga 90 persen.

Ali menilai peningkatan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi manajemen. Menurut dia, pola tarif terjangkau dengan jumlah pengunjung yang lebih besar bisa saja diterapkan kembali, tetapi harus melalui perhitungan bisnis yang matang.

“Apakah kemudian pola ini patut diperpanjang dengan cara sedikit tapi dikali banyak, atau mungkin dengan menggunakan pola yang sama seperti dulu. Tentu kalkulasinya harus dilihat sedemikian rupa,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan jumlah wisatawan harus tetap diimbangi dengan kualitas pelayanan serta keberlanjutan perusahaan. Dengan demikian, Cimalati tidak hanya menjadi tempat rekreasi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah.

Dorong Wisata Berkualitas, Bukan Sekadar Ramai

Di tengah tingginya jumlah wisatawan, Ali Iskandar mengingatkan agar pengembangan pariwisata Sukabumi tidak berhenti pada pencapaian jumlah kunjungan.

Ia mendorong perubahan konsep dari mass tourism menuju wisata berkualitas. Artinya, wisatawan tidak hanya datang dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki waktu tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di destinasi wisata maupun lingkungan sekitar.

“Walaupun kemudian jumlah pengunjungnya tidak banyak, tapi betul-betul membahagiakan. Apa yang disebut dengan length of stay, lama mereka tinggal itu kemudian harus kita jaga,” tutur Ali, kepada terbit.id Minggu (13/9/2026) 

Ia berharap tingkat okupansi dan lama tinggal wisatawan dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Menurut Ali, geliat wisata di Cimalati turut menggerakkan sektor ekonomi lainnya. Pedagang kaki lima, transportasi, usaha makanan dan minuman hingga akomodasi ikut memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Di balik kebahagiaan tadi, itu juga kemudian perputaran ekonomi terjadi. Pedagang kaki lima itu kemudian juga semakin semarak, transportasi juga berjalan, makan minum dan kemudian akomodasi pun kemudian bertambah,” katanya.

Cimalati Tawarkan Wisata Air Alami dan Ruang Terbuka

Selain harga tiket yang relatif terjangkau, Taman Rekreasi Cimalati memiliki sejumlah daya tarik, terutama wisata air alami.

Ali menyebut sumber air alami menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan Cimalati. Kawasan wisata tersebut juga masih memiliki ruang terbuka hijau yang cukup luas sehingga memberikan suasana teduh dan nyaman bagi pengunjung.

“Yang kedua, karena lahannya terbuka dan suasananya pun masih suasana yang rimbun, teduh. Dan ini kemudian menjadi pilihan, bahkan menjadi keunggulan dibanding dengan tempat-tempat yang lainnya,” ujar Ali Iskandar. 

Setelah Diskon, Manajemen Lakukan Evaluasi

Program tiket Rp10.000 berakhir pada Minggu (13/9/2026). Ali mengatakan, pengelola selanjutnya akan mengevaluasi dampak program tersebut, termasuk kemungkinan menerapkan kembali skema harga khusus pada momentum tertentu.

“Sementara ini sampai dengan hari jadi, momentumnya Sabtu dan Minggu saja. Jadi hari ini adalah hari terakhir. Tentu nanti akan dievaluasi oleh manajemen,” katanya. 

Evaluasi tersebut akan mencakup masukan masyarakat, tingkat kunjungan, kualitas pelayanan hingga aspek keberlanjutan bisnis.

Ali juga mengajak masyarakat memberikan saran dan masukan kepada pengelola agar Taman Rekreasi Cimalati dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang semakin nyaman dan kompetitif.

Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh pengunjung untuk menjaga keselamatan, keamanan dan kondusivitas lingkungan sekitar.

“Dan yang terakhir, tentu harus menjaga keselamatan, menjaga keamanan. Ini menjadi tugas kita pengelola, hanya bisa terwujud dan terlaksana kalau didukung oleh para pengunjung yang ada,” tandasnya Ali Iskandar. 

Diskon hanya berlaku dua hari

Direktur Utama Perumda Pesona Pariwisata Taman Rekreasi Cimalati, Ace Riyadi, menjelaskan, harga tiket Rp10.000 tersebut merupakan program khusus dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156.

“Di Taman Rekreasi Cimalati dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-156, kita melakukan diskon. Harga tiket kita Rp10.000 selama dua hari, di hari kemarin dengan hari yang sekarang, tanggal 12 dan 13,” kata Ace.

Ia menyebut harga tiket normal untuk pengunjung umum berada di angka Rp30.000. Dengan demikian, potongan harga yang diberikan mencapai hampir 80 persen.

Program tersebut juga dilengkapi hiburan live music selama dua hari untuk menambah daya tarik pengunjung.

Ace mengatakan, jumlah pengunjung pada Minggu meningkat sekitar lebih dari 50 persen dibandingkan hari sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena Sabtu masih merupakan hari sekolah bagi sebagian masyarakat.

“Sekarang lebih meningkat dibanding hari kemarin. Di hari Minggu ada peningkatan jumlahnya, mencapai lebih 50 persen dari jumlah yang kemarin,” ujarnya.

Meski demikian, Ace mengingatkan pengunjung agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama berada di kawasan wisata.

“Karena animonya cukup tinggi, kita berharap kepada pengunjung untuk menjaga diri, kemudian juga hati-hati dengan bawaan dan lain sebagainya,” katanya.

Ace menambahkan, Taman Rekreasi Cimalati memiliki beberapa fasilitas kolam renang, mulai dari kolam utama, kolam anak-anak hingga kolam yang dapat digunakan untuk latihan berenang.

“Kolam kita ada beberapa, ada kolam yang besar, ada kolam anak-anak, ada juga kolam latihan buat sekolah untuk latihan berenang,” kata Ace.

Untuk wahana anak-anak, saat ini pengelola masih mengandalkan fasilitas permainan yang tersedia. Namun, manajemen membuka peluang untuk menambah wahana baru ke depannya.

“Ke depan mudah-mudahan akan ada penambahan-penambahan. Nanti lihat akan ada penambahan-penambahannya lagi,” pungkasnya, (R.Cking). 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hari Jadi ke-156, Tiket Cimalati Dipangkas Jadi Rp10 Ribu, Pengunjung Membeludak hingga 90 Persen

Trending Now

Iklan