Jembatan Kompa Mulai Dibangun, Akses Parungkuda-Cidahu Diperlebar Jadi 5,5 Meter

Redaksi
Kamis, 17 September 2026 | 18:16 WIB Last Updated 2026-09-17T11:17:09Z
terbit.id, Sukabumi - Jembatan Kompa di ruas Jalan Kompa-Cipangulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mulai dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan ukuran yang lebih lebar. Infrastruktur ini menjadi salah satu akses penting warga yang menghubungkan wilayah Parungkuda dengan kawasan sekitarnya.

Dalam pembangunan tersebut, lebar ruang bebas jembatan yang sebelumnya hanya sekitar 3,8 meter akan ditingkatkan menjadi 5,50 meter. Pelebaran ini diharapkan membuat arus kendaraan lebih leluasa sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Kepala Desa Kompa, Yulianti, menyambut pembangunan Jembatan Kompa dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum yang telah merealisasikan perbaikan infrastruktur tersebut.

Yulianti juga mengajak masyarakat ikut menjaga kelancaran pekerjaan dengan memahami kondisi selama masa konstruksi. Dukungan warga dinilai penting agar pengerjaan dapat berlangsung sesuai rencana dan target waktu yang telah ditetapkan.

Dukungan serupa disampaikan tokoh masyarakat Desa Kompa, Surya. Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut telah lama dinantikan karena keberadaannya berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi warga.

Ia mengatakan masyarakat bersama lembaga kemasyarakatan desa dan sejumlah unsur terkait ikut berkoordinasi untuk membantu pelaksanaan pembangunan, termasuk dalam mengatur lalu lintas agar aktivitas pekerjaan tidak menimbulkan gangguan yang lebih besar bagi pengguna jalan.

“Intinya masyarakat, tokoh masyarakat, LKD, kami semua stakeholder memang harus menjaga pekerjaan ini, karena jembatan ini memang didambakan oleh masyarakat,” ujar Surya.

Surya menilai Jembatan Kompa bukan hanya berfungsi sebagai penghubung antarkawasan, tetapi juga menjadi jalur alternatif yang menunjang kegiatan masyarakat. Karena itu, ia berharap pembangunan tidak berhenti pada perbaikan badan jembatan, tetapi diikuti perhatian terhadap fasilitas penunjang lainnya.

Salah satunya adalah penerangan jalan. Menurut dia, keberadaan lampu penerangan akan membantu meningkatkan keamanan pengguna jalan, terutama ketika melintas pada malam hari.

“Dengan dibangunnya kembali Jembatan Kompa, masyarakat berharap konektivitas antarwilayah di Kecamatan Parungkuda semakin baik dan akses warga menjadi lebih lancar,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pekerjaan Umum (PU) Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menjelaskan pembangunan Jembatan Kompa merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum.

“Warga Kecamatan Parungkuda, Cicurug, dan Cidahu Kabupaten Sukabumi telah mulai ada kegiatan pembangunan Jembatan Kompa pada ruas jalan Kompa-Cipangulaan. Tepatnya lokasi tersebut di Desa Kompa Kecamatan Parungkuda,” ujar Asep, Selasa (15/9/2026).

Menurut Asep, desain baru jembatan mencakup pelebaran pada kedua sisi. Sisi kanan akan diperluas sekitar satu meter, sementara sisi kiri ditambah sekitar 1,5 meter. Dengan penambahan tersebut, ruang bebas jembatan menjadi 5,50 meter dari ukuran sebelumnya sekitar 3,8 meter.

“Jembatan tersebut akan dilebarkan ke sebelah kanan sekitar 1 meter dan ke kiri 1,5 meter dengan ruang bebas jembatan 5,50 meter, yang asalnya hanya 3,8 meter,” jelasnya.

Tidak hanya diperlebar, konstruksi lantai jembatan juga akan diperbarui. Asep menyebut lantai jembatan sebelumnya menggunakan papan kayu yang kemudian dilapisi beton dengan tulangan sederhana. Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian lantai mengalami kerusakan.

Dalam pembangunan kali ini, lantai jembatan akan menggunakan konstruksi beton bertulang sehingga diharapkan memiliki kekuatan dan daya tahan yang lebih baik.

“Nantinya lantai jembatan menggunakan beton bertulang,” kata Asep.

Pekerjaan pembangunan Jembatan Kompa dilaksanakan oleh CV Makmur Jaya dengan nilai pekerjaan sekitar Rp3.153.896.855. Selama pengerjaan, pelaksanaan proyek akan mendapat pengawasan dari konsultan untuk memastikan pembangunan mengikuti gambar rencana serta dokumen pekerjaan yang telah ditetapkan.

Asep berharap konsultan pengawas dapat memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, termasuk mengarahkan kontraktor apabila ditemukan hal yang tidak sesuai dengan perencanaan.

“Diharapkan konsultan pengawas akan mengarahkan kontraktor dengan baik dan tegas sehingga gambar rencana dan BOQ-nya dapat terealisasi dengan baik, sehingga tidak terjadi persoalan konstruksi ke depannya,” ujarnya.

Dengan konstruksi yang diperkuat dan lebar yang ditambah, Jembatan Kompa diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap mobilitas warga. Selain memperlancar perjalanan, keberadaan jembatan permanen juga diharapkan mendukung distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat yang memanfaatkan jalur Kompa-Cipangulaan.

“Kehadiran jembatan permanen ini diharapkan dapat memperlancar akses warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan di jalur Kompa-Cipangulaan,” pungkas Asep. (R.Cking). 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jembatan Kompa Mulai Dibangun, Akses Parungkuda-Cidahu Diperlebar Jadi 5,5 Meter

Trending Now

Iklan