PT Amerta Indah Otsuka Perkuat Persahabatan Indonesia-Jepang Melalui Culture Exchange

Redaksi
Jumat, 07 Agustus 2026 | 11:40 WIB Last Updated 2026-08-07T04:42:25Z
terbit.id, Malang - PT Amerta Indah Otsuka kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menyelenggarakan Culture Exchange Program yang mempertemukan siswa JOTO High School Tokushima, Jepang, dengan Brawijaya Smart School (BSS) Malang. Program ini menjadi wadah bagi generasi muda kedua negara untuk bertukar budaya, berbagi pengetahuan mengenai lingkungan, sekaligus membangun solusi bersama dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Malang pada 6 Juli 2026 tersebut dihadiri Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Drs. Gamaliel Raymond H. M., M.AP, Direktur Yayasan Brawijaya Smart School Dr. Binti Maksuda, serta jajaran manajemen PT Amerta Indah Otsuka sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi pendidikan internasional yang berorientasi pada keberlanjutan.

Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin antara JOTO High School dan Brawijaya Smart School sejak keduanya berpartisipasi dalam World Kansai Expo 2025 melalui tema Resource Recycling. Kolaborasi tersebut mendorong pelajar Indonesia dan Jepang untuk mengembangkan inovasi berbasis ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.

Salah satu hasil kolaborasi yang menjadi perhatian adalah lahirnya Circulating Giboshi, sebuah ornamen tradisional Jepang yang biasanya berada di ujung tiang jembatan sebagai simbol perlindungan dari berbagai marabahaya. Dalam program ini, Giboshi memperoleh makna baru setelah dibuat menggunakan botol plastik bekas yang dikumpulkan para siswa dari Indonesia dan Jepang, kemudian didaur ulang menjadi karya yang melambangkan harapan bersama terhadap masa depan bumi yang lebih lestari.

Tidak hanya menjadi karya seni, Circulating Giboshi juga merepresentasikan komitmen generasi muda untuk mengurangi sampah plastik sekaligus memperkuat pesan bahwa isu lingkungan merupakan tanggung jawab bersama tanpa mengenal batas negara.

Business Development Director PT Amerta Indah Otsuka, Kozue Nakada, mengatakan perusahaan meyakini pendidikan dan kolaborasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus berkelanjutan.

"Di Otsuka, kami percaya bahwa sustainability bukan hanya mengenai bagaimana perusahaan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami dapat menginspirasi generasi berikutnya untuk menjadi bagian dari solusi. Melalui Culture Exchange ini, kami ingin membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang sekaligus menanamkan nilai bahwa setiap tindakan kecil, seperti mendaur ulang satu botol plastik, dapat memberikan dampak besar bagi masa depan bumi," ujar Kozue Nakada.

Ia menjelaskan, hubungan Otsuka dengan Prefektur Tokushima memiliki ikatan historis karena merupakan tempat kelahiran Otsuka Group. Oleh sebab itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui pendidikan, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Drs. Gamaliel Raymond H. M., M.AP menilai pendekatan edukasi lingkungan melalui pertukaran budaya menjadi cara efektif membangun kesadaran generasi muda terhadap isu keberlanjutan.

"Keberhasilan membangun kota yang berkelanjutan sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Program seperti ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dikemas secara kreatif melalui pertukaran budaya dan kolaborasi internasional. Kami berharap semakin banyak anak muda yang terdorong untuk menerapkan gaya hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan menjadi agen perubahan di masyarakat," katanya.

Direktur Yayasan Brawijaya Smart School, Dr. Binti Maksuda, mengatakan pengalaman belajar bersama siswa Jepang memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar pertukaran budaya.

Menurutnya, para siswa tidak hanya mengenal budaya Jepang, tetapi juga belajar kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, kemampuan berkolaborasi, hingga memahami pentingnya menjadi warga dunia (global citizens) yang peduli terhadap tantangan global seperti perubahan iklim dan pengelolaan sampah.

"Anak-anak kami tidak hanya belajar mengenai budaya Jepang, tetapi juga belajar tentang kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, kemampuan berkolaborasi, serta bagaimana menjadi warga dunia yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan pengelolaan sampah. Pengalaman ini membentuk karakter mereka sebagai global citizens yang siap menghadapi tantangan masa depan," ungkap Binti.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti diskusi mengenai resource recycling, ekonomi sirkular, pengelolaan sampah, hingga berbagai aksi nyata yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mereka juga saling bertukar pengalaman mengenai kondisi lingkungan di Indonesia dan Jepang untuk melahirkan gagasan-gagasan baru yang aplikatif.

Mengusung tema "An Invisible Bridge Uniting Youth for a Sustainable Future", program ini diharapkan menjadi awal dari semakin banyak kolaborasi antara Indonesia dan Jepang dalam menciptakan inovasi lingkungan sekaligus memperkuat hubungan persahabatan kedua negara.

Melalui kegiatan tersebut, PT Amerta Indah Otsuka juga kembali menegaskan dukungannya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, kemitraan global, serta pelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PT Amerta Indah Otsuka Perkuat Persahabatan Indonesia-Jepang Melalui Culture Exchange

Trending Now

Iklan