Tiga Bocah Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Panggung di Nyalindung, Diduga Berawal dari Lilin Saat Listrik Padam

Redaksi
Jumat, 24 Juli 2026 | 11:06 WIB Last Updated 2026-07-24T04:12:16Z

Kapolsek Nyalindung, Iptu Muhamad Yanuar Fajar, bersama warga mengevakuasi korban lebaran di Kampung Babakan Bandung RT 001/006, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. Foto : istimewa. 

terbit.id, Sukabumi - Peristiwa memilukan terjadi di Kampung Babakan Bandung RT 001/006, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) malam. Tiga bocah yang tengah tertidur di dalam kamar meninggal dunia setelah rumah panggung berbahan bilik bambu yang mereka tempati dilalap si jago merah. Kebakaran diduga dipicu lilin yang dinyalakan saat terjadi pemadaman aliran listrik.

Tiga Anak Meninggal Dunia dalam Kebakaran

Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan menghanguskan rumah panggung berukuran sekitar 6 x 9 meter milik Nia Kurniasih (59), nenek para korban.

Kapolsek Nyalindung, Iptu Muhamad Yanuar Fajar, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari lilin yang digunakan sebagai penerangan ketika listrik padam.

"Sekitar pukul 18.00 WIB saksi menyalakan lilin karena kondisi rumah sedang mati listrik. Lilin tersebut diletakkan di dalam piring plastik di atas televisi di ruang tamu," ujar Iptu Muhamad Yanuar Fajar.

Setelah menyalakan lilin, penghuni rumah kemudian beristirahat. Di dalam rumah terdapat Nia Kurniasih bersama cucunya, Alzenar Malik Seputro (10), Sakha Asadel Seputro (5), Shakila Almahira Quenza (4), serta kakak mereka, Nicky Oktaviany Seputro (14).

Terbangun Saat Api Sudah Membesar
Sekitar pukul 19.30 WIB, Nicky terbangun karena merasakan hawa panas. Saat keluar kamar, ia mendapati ruang tamu sudah dipenuhi kobaran api.

Atas arahan sang nenek, Nicky segera menyelamatkan diri keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga.

Sementara itu, Nia Kurniasih sempat berusaha memadamkan api menggunakan seember air dari kamar mandi. Namun kobaran api terus membesar karena bangunan rumah sebagian besar terbuat dari bilik bambu yang mudah terbakar.

Kapolsek menjelaskan, nenek korban sempat berusaha kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan tiga cucunya yang masih tertidur.

"Korban sempat hendak masuk kembali ke rumah untuk menyelamatkan ketiga cucunya, namun dicegah warga karena kondisi api sudah sangat besar dan membahayakan," kata Iptu Muhamad Yanuar Fajar.

Warga sekitar kemudian bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Tiga Bocah Tak Terselamatkan
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan ketiga anak tersebut dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.

Inisial korban meninggal dunia masing-masing adalah:
AMS(10), pelajar kelas 4 SD.
SAS (5), siswa PAUD.
SAQ (4). 

Berdasarkan pemeriksaan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cijangkar, ketiga korban mengalami luka bakar derajat tiga hingga 100 persen.

Sementara itu, Nia Kurniasih mengalami luka bakar ringan derajat satu di telapak kaki kiri. Sedangkan Nicky Oktaviany mengalami luka bakar ringan di lengan kiri.

Polisi Pasang Garis Polisi
Iptu Muhamad Yanuar Fajar mengatakan, setelah menerima laporan, personel Polsek Nyalindung langsung menuju lokasi bersama unsur Forkopimcam, P2BK Kecamatan Nyalindung, petugas Damkar, serta tenaga kesehatan.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mengevakuasi korban, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap ketiga korban dan telah membuat surat pernyataan resmi.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tiga Bocah Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Panggung di Nyalindung, Diduga Berawal dari Lilin Saat Listrik Padam

Trending Now

Iklan