terbit.id, Sukabumi - Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi menggelar inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check di kawasan Exit Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 09.10 WIB.
Kegiatan ramp check dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama menyusul sejumlah kecelakaan kendaraan berat yang terjadi di beberapa daerah seperti Indramayu, Cirebon, hingga Sumatera.
KBO Satlantas Polres Sukabumi, IPDA Ayet Priatna, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara terpadu bersama Dinas Perhubungan dengan melibatkan sekitar 20 hingga 25 personel.
"Ramp check ini kami laksanakan bersama Dishub. Total personel sekitar 20 sampai 25 orang. Dari kepolisian dipimpin oleh saya bersama Kanit Turjawali, sedangkan dari Dishub juga dipimpin pejabat yang membidangi kegiatan ramp check," ujar Ayet, kepada terbit.id, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, sasaran utama pemeriksaan meliputi bus pariwisata, kendaraan angkutan barang, serta kendaraan yang mengangkut penumpang.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan pimpinan setelah terjadinya sejumlah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar di berbagai daerah.
"Kami menindaklanjuti kejadian-kejadian yang terjadi di Indramayu, Cirebon maupun di Sumatera agar peristiwa serupa tidak terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi," katanya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa pelanggaran administrasi. Kendaraan yang melanggar diberikan teguran dan sebagian surat-surat kendaraan diamankan sementara karena masa berlaku pajak maupun uji KIR telah habis.
"Ada beberapa kendaraan yang mendapat teguran, ada juga tindakan berupa pengamanan surat-surat kendaraan karena pajak atau KIR-nya sudah habis. Kami beri imbauan agar segera dilengkapi," jelas Ayet.
Selain memeriksa kelengkapan administrasi, petugas juga memastikan kondisi teknis kendaraan melalui tim penguji dari Dinas Perhubungan.
Ayet menuturkan, penilaian kelayakan kendaraan sepenuhnya dilakukan oleh petugas Dishub yang memiliki kewenangan dalam pengujian kendaraan.
"Tim penguji dari Dinas Perhubungan yang memeriksa apakah kendaraan tersebut layak jalan atau tidak," ungkapnya.
Dalam operasi tersebut, pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah kendaraan dengan muatan berlebih (overload). Selain itu, petugas juga menemukan kendaraan yang digunakan tidak sesuai peruntukannya, seperti kendaraan yang mengangkut penumpang bersamaan dengan hewan.
"Pelanggaran yang paling banyak ditemukan yaitu kelebihan muatan. Ada juga kendaraan yang digunakan tidak sesuai peruntukannya, misalnya membawa orang sekaligus membawa hewan dalam satu kendaraan," katanya.
Meski menemukan sejumlah pelanggaran, petugas lebih mengedepankan pendekatan persuasif berupa edukasi dan imbauan kepada para pengemudi dibandingkan penindakan tilang.
"Tindakannya lebih kepada imbauan. Kami mengingatkan agar tidak mengulangi pelanggaran tersebut dan tidak melakukan penindakan lain seperti tilang," ujarnya.
Ayet menyebut kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load) memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Berdasarkan evaluasi di lapangan, potensi kecelakaan kendaraan ODOL diperkirakan mencapai 60 hingga 70 persen, terutama karena dipengaruhi kondisi jalan yang sempit dan masih terdapat sejumlah titik jalan berlubang.
Menurutnya, kawasan Exit Tol Parungkuda menjadi salah satu lokasi yang efektif untuk melakukan pengawasan karena banyak dilalui kendaraan angkutan berat yang keluar masuk wilayah Sukabumi.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ramp check akan dilakukan secara berkala sebagai upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
"Rencananya kegiatan ini akan rutin dilaksanakan, bisa seminggu sekali atau bahkan dua kali dalam seminggu," katanya.
Ayet mengimbau para pemilik kendaraan maupun pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
"Jangan membawa muatan secara berlebihan, kalau mengantuk lebih baik beristirahat, dan pastikan seluruh surat-surat kendaraan lengkap serta masih berlaku. Keselamatan harus menjadi prioritas," pungkasnya. (R.Cking).

