terbit.id, Sukabumi - Di tempat para pejuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia 81 tahun silam, puluhan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kecamatan Parungkuda kini ditempa menjadi generasi penerus bangsa. Monumen Palagan Bojongkokosan dipilih sebagai lokasi latihan sekaligus menjadi tempat pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, menghadirkan nuansa patriotisme yang berpadu dengan nilai sejarah perjuangan.
Pemilihan Monumen Palagan Bojongkokosan bukan tanpa alasan. Museum dan monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi tersebut merupakan pengingat atas perjuangan para pahlawan dalam Peristiwa Bojongkokosan pada 9 Desember 1945, ketika para pejuang Sukabumi menghadapi pasukan Sekutu Inggris dan NICA Belanda yang berupaya kembali menjajah Indonesia.
Secara historis, Peristiwa Bojongkokosan menjadi salah satu rangkaian penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran di jalur strategis Jakarta-Bogor-Sukabumi-Bandung itu turut memengaruhi strategi perjuangan yang kemudian bermuara pada Peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946.
Pembina Paskibra Kecamatan Parungkuda, Aipda Tisna, mengatakan latihan calon Paskibra PANCA ADHITAMA tahun ini telah memasuki hari keempat. Sebanyak 35 peserta terpilih kini menjalani pembinaan intensif di kawasan Monumen Palagan Bojongkokosan.
"Kami saat ini melaksanakan hari keempat latihan Paskibra Kecamatan Parungkuda. Lokasi Monumen Palagan Bojongkokosan dipilih karena memiliki nilai sejarah perjuangan yang tinggi, sehingga selain berlatih, para peserta juga diharapkan memahami dan meneladani semangat juang para pahlawan," ujar Aipda Tisna, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, dari total 74 calon Paskibra yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 35 orang dinyatakan lolos dan akan bertugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Parungkuda.
Proses seleksi dimulai dengan pendaftaran pada 25-30 Juni 2026, dilanjutkan seleksi kesehatan pada 4 Juli, tes fisik pada 5-6 Juli, hingga seleksi pantukhir pada 7 Juli 2026.
Menurut Aipda Tisna, para peserta berasal dari delapan sekolah di Kecamatan Parungkuda, yakni SMAN 1 Parungkuda, SMA Islam Miftahuss'adah, SMK Dwi Darma, SMA Plus Damar Bangsa, SMK Al Hikmah, SMK Insan Kamil, SMKS Wira Informatika Global, dan MA Al Muttaqien.
Selama masa latihan, para peserta dibimbing oleh tim pembina yang terdiri dari Aiptu Iskandar, Aipda Tisna, Serma Daniel Purba, Serma Muhammad Fahrurozi, serta instruktur Riky Firdaos dan Safira Khania.
Aipda Tisna menerangkan, program latihan disusun secara bertahap selama empat pekan. Minggu pertama difokuskan pada latihan fisik, materi kepaskibraan, kekompakan, penyesuaian gerakan, serta pengenalan gerakan dasar.
Memasuki minggu kedua, latihan diarahkan pada pembentukan mental, penyesuaian lintasan pasukan, kerapihan barisan, hingga penentuan posisi tim inti. Selanjutnya, pada minggu ketiga dilakukan pemilihan tim inti dan penyempurnaan formasi pengibaran bendera.
Sementara pada pekan terakhir, seluruh peserta akan menjalani latihan penuh atau drill seluruh rangkaian upacara sebagai tahap akhir pemantapan sebelum pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2026.
"Harapan kami seluruh rangkaian latihan berjalan lancar. Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan hingga hari pelaksanaan pengibaran bendera nanti," kata Aipda Tisna. Kepada terbit.id, Sabtu (18/7/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan Paskibra tidak lepas dari dukungan berbagai unsur yang turut terlibat dalam proses pembinaan. Unsur yang terlibat dalam proses pelatihan diantaranya Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Parungkuda).Panitia Hari Besar Nasional (PHBN). Puskesmas Parungkuda. Kepala Desa Se kec Parungkuda. Kepala PGRI. SPPG Se Kecamatan Parungkuda. UPTD. Forum Komunikasi Purna Paskibra Parungkuda (FKPPP) dan para unsur yang terkait. Kolaborasi seluruh pihak diharapkan mampu mencetak pasukan pengibar bendera yang disiplin, berkarakter, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi.
Dengan berlatih di Monumen Palagan Bojongkokosan, para calon Paskibra tidak hanya dipersiapkan secara fisik dan mental, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa. Semangat para pejuang yang pernah mempertahankan kemerdekaan di kawasan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air. (R.Cking).

