terbit.id, Sukabumi - Sebanyak 34 calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, mulai menjalani pelatihan intensif menjelang Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para peserta yang berasal dari kelas 10-11 SMA/SMK negeri dan swasta ditempa tidak hanya kemampuan baris-berbaris, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, serta mental sebagai bekal menjalankan tugas pada 17 Agustus 2026.
Plt. Camat Bojonggenteng, Saep Purnama mengatakan, proses pembentukan Paskibra diawali setelah Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) tingkat Kecamatan Bojonggenteng dibentuk oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Menurutnya, tahapan seleksi dilakukan secara bertahap mengingat jumlah sekolah tingkat SLTA di wilayah tersebut mencapai 11 sekolah.
"Seleksi kami laksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti enam sekolah dan gelombang kedua lima sekolah. Total peserta seleksi sekitar 68 siswa dari SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kecamatan Bojonggenteng," ujar Saep, kepada terbit.id, Senin(20/7/2026).
Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kemampuan fisik, kedisiplinan hingga keterampilan gerakan baris-berbaris. Tim seleksi melibatkan unsur TNI, Polri, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
Dari hasil seleksi tersebut, terpilih 34 calon Paskibra yang kini menjalani pelatihan di tingkat kecamatan.
"Kami memilih secara profesional dan proporsional. Tidak ada istilah kedekatan ataupun saudara. Semua murni berdasarkan hasil seleksi," tegasnya.
Saep mengungkapkan, komposisi anggota Paskibra terdiri dari 16 peserta laki-laki dan 18 peserta perempuan. Mereka merupakan perwakilan dari seluruh sekolah tingkat SLTA di Kecamatan Bojonggenteng dengan jumlah yang berbeda-beda di setiap sekolah.
Hingga saat ini, para calon Paskibra telah menjalani latihan selama kurang lebih lima hari. Materi pelatihan sepenuhnya ditangani tim pelatih dari TNI, Polri dan Purna Paskibraka, sementara pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam terus melakukan pemantauan.
"Setiap hari kami bersama Kapolsek, Danramil dan Kasi Trantib selalu memonitor pelaksanaan latihan. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pembinaan yang baik karena latihan ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga edukasi dan pembentukan karakter," katanya.
Menurut Saep, mayoritas anggota Paskibra merupakan siswa kelas X dan XI yang sebagian besar baru pertama kali mengikuti pelatihan. Karena itu, pembentukan mental dan kedisiplinan menjadi fokus utama sebelum mereka menguasai teknis pengibaran bendera.
"Yang paling utama adalah membentuk fisik dan mental mereka terlebih dahulu. Kami ingin menanamkan kedisiplinan sejak dini agar mereka memiliki karakter yang kuat," ujarnya.
Untuk menjamin keamanan selama latihan, Pemerintah Kecamatan Bojonggenteng juga menggandeng Puskesmas Bojonggenteng yang selalu mendampingi setiap sesi latihan. Selain itu, pemerintah desa turut menyiagakan ambulans sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat.
"Kami selalu berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Bojonggenteng. Bahkan kami juga meminta dukungan kepala desa agar ada ambulans desa yang standby. Artinya kami menyiapkan segala kemungkinan sejak awal," jelasnya.
Saep menambahkan, seluruh rangkaian latihan hingga pelaksanaan Upacara HUT ke-81 RI tahun ini dipusatkan di Lapang Galuh Pakuwon, Desa Cibodas, yang berada di samping Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri).
Ia berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan.
"Tentunya harapan kami seluruh masyarakat bisa berkolaborasi dan bersama-sama memeriahkan peringatan 17 Agustus. Ini adalah hajat kita bersama untuk menghormati perjuangan para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia," ungkap Saep.
Ia juga menilai keberhasilan peringatan HUT RI tidak hanya diukur dari kemeriahan hiburan, tetapi terutama dari kelancaran pelaksanaan upacara bendera.
"Semeriah apa pun peringatan 17 Agustus, kalau upacaranya tidak berjalan baik tentu akan dinilai kurang berhasil. Karena itu kami meminta tim pelatih memberikan latihan yang maksimal kepada anak-anak. Tujuan akhirnya bukan hanya sukses mengibarkan bendera, tetapi juga membentuk generasi yang disiplin dan memiliki cita-cita untuk mengabdi kepada bangsa, baik melalui TNI, Polri maupun sekolah kedinasan lainnya," pungkasnya. (R.Cking).

