terbit.id, Sukabumi - Keresahan pemuda terkait minimnya ruang berkumpul, lemahnya wadah komunikasi, hingga kurangnya figur pembina menjadi sorotan dalam kegiatan Reses II Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golkar, HM Loka Tresnajaya, di D'Garasi, Kampung Benda, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB itu menghadirkan berbagai unsur kepemudaan, mulai dari KNPI, Karang Taruna, komunitas literasi hingga mahasiswa yang aktif di bidang digital dan pengembangan startup.
Berbeda dengan reses pada umumnya yang banyak membahas pembangunan fisik, pertemuan kali ini lebih menitikberatkan pada persoalan sosial dan pengembangan sumber daya manusia di kalangan generasi muda.
HM Loka Tresnajaya mengatakan, sengaja mengundang berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas agar dapat mendengar langsung persoalan yang dihadapi para pemuda di wilayah Cicurug, Parungkuda, dan Cidahu.
"Reses kedua ini muatannya lebih luas. Saya sengaja mengundang organisasi kepemudaan seperti KNPI, Karang Taruna, ditambah komunitas-komunitas lainnya termasuk komunitas baca. Yang dibahas adalah keresahan para pemuda, khususnya di Kecamatan Cicurug, Parungkuda dan Cidahu," ujar Loka kepada terbit.id
Menurutnya, salah satu persoalan yang mengemuka adalah belum tersedianya ruang yang memadai bagi para pemuda untuk berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan, hingga merumuskan program-program yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, para pemuda juga mengeluhkan minimnya figur yang dapat menjadi tempat berdiskusi dan menyampaikan aspirasi.
"Mereka merasa tidak punya ruang untuk berkumpul, sharing session dan bermusyawarah. Bahkan tadi ada yang menyampaikan, mereka seperti tidak punya orang tua dalam organisasi, tidak tahu harus mengadu kepada siapa," ungkapnya.
Mendengar aspirasi tersebut, Loka menyatakan kesiapannya untuk terlibat lebih jauh dalam mendukung perkembangan organisasi kepemudaan di Kecamatan Cicurug.
"Saya dengan bangga dan senang hati menyatakan siap sekali menjadi bagian dari kemajuan organisasi kepemudaan, khususnya di Kecamatan Cicurug ini," tegasnya.
Ia juga memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program positif yang digagas kalangan pemuda.
"Kalau mereka membutuhkan orang yang siap mendukung, saya siap sepenuh hati. Insya Allah saya akan mendorong dan mendukung organisasi kepemudaan agar bisa berkembang lebih baik," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, komunitas taman baca juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan dukungan dan fasilitas untuk menunjang kegiatan literasi masyarakat.
Loka mengaku memiliki kedekatan dengan komunitas tersebut sejak awal pembentukannya dan siap memberikan dukungan, termasuk membuka ruang D'Garasi sebagai tempat berkegiatan.
"Saya mempersilakan teman-teman taman baca menggunakan D'Garasi untuk sharing, diskusi dan berkumpul bersama komunitas lainnya. Saya siap memfasilitasi dan mendukung mereka," ujarnya.
Tidak hanya itu, Legislator Golkar dari Daerah Pemilihan II Kabupaten Sukabumi tersebut juga menyatakan siap menjembatani komunikasi komunitas literasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar memperoleh dukungan yang lebih luas.
"Kalau memang diperlukan untuk bertemu dengan Pemerintah Kabupaten, saya siap memfasilitasi dan mendorongnya," tambahnya.
Menariknya, diskusi dalam reses tersebut juga mengangkat potensi pemuda di bidang ekonomi digital. Sejumlah mahasiswa yang hadir mengaku memiliki kemampuan di bidang digital marketing dan pengembangan startup yang ingin mereka manfaatkan untuk membantu pelaku UMKM di wilayah Sukabumi.
Menurut Loka, hal itu menjadi modal penting bagi kemajuan daerah apabila mampu disinergikan dengan baik.
"Ini seperti gayung bersambut. Ternyata sumber daya manusia dari unsur kepemudaan di Cicurug luar biasa lengkap. Organisasinya ada, wadahnya ada, dan dari kalangan mahasiswa pun banyak yang memiliki kemampuan digital marketing dan startup," jelasnya.
Ia berharap seluruh elemen kepemudaan dapat membangun komunikasi yang baik dan memiliki tujuan bersama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
"Tinggal bagaimana para pemuda di Cicurug, Parungkuda dan Cidahu mampu bersinergi, berkomunikasi dengan baik, serta memiliki tujuan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik," pungkasnya. (R.Cking).

