Penuh Haru, Pelepasan 134 Siswa SDN Pakuhaji Sukabumi Diwarnai Tradisi Sungkeman dan Cuci Kaki Orang Tua

Redaksi
Minggu, 21 Juni 2026 | 13:25 WIB Last Updated 2026-06-21T07:01:42Z


terbit.id, Sukabumi - Suasana haru dan penuh makna mewarnai acara pelepasan murid kelas VI SD Negeri Pakuhaji yang digelar di Lapang Komplek perumahan Balitri, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (21/6/2026). Tidak sekadar seremoni kelulusan, kegiatan ini menjadi momentum penguatan karakter melalui tradisi sungkeman dan cuci kaki orang tua sebagai simbol penghormatan serta rasa syukur anak kepada orang tua.

Mengusung tema “Jadilah Pelangi di Langit Nusantara, Beragam Dalam Karya Sukses Menggapai Cita-cita”, kegiatan pelepasan siswa kelas VI tahun ajaran 2025/2026 ini juga disambut adat sunda lengser juga diramaikan dengan pentas seni budaya serta berbagai tari kreasi siswa dari kelas I hingga kelas V.

Prosesi adat Sunda berupa sungkeman dan cuci kaki orang tua menjadi momen yang paling menyentuh dalam rangkaian acara. Satu per satu siswa tampak menunduk, membasuh kaki orang tuanya sambil memohon doa restu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


Kepala SD Negeri Pakuhaji, Anceu Sukmawati, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kekompakan antara orang tua murid, komite sekolah, dan pihak sekolah menjadi kunci suksesnya acara.

“Sebagai kepala sekolah, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini merupakan hasil musyawarah bersama antara orang tua siswa dan komite sekolah. Kekompakan, kerja sama orang tua siswa dengan komite sangat luar biasa,” ujar Anceu terbit.id Minggu (21/6/2026).

Ia menyebutkan, pada tahun ajaran 2025/2026, SDN Pakuhaji meluluskan sebanyak 134 siswa. Seluruh siswa diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Jumlah lulusan tahun ini sebanyak 134 siswa. Mudah-mudahan semuanya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” katanya.

Anceu menjelaskan, pelepasan tahun ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga sarana pembentukan karakter melalui nilai budaya dan penghormatan kepada orang tua.

“Tradisi cuci kaki orang tua ini sebagai bukti rasa syukur anak-anak atas segala pengorbanan orang tua selama mendidik mereka. Ini juga menjadi momen untuk meminta doa terbaik agar perjalanan pendidikan mereka ke depan berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan pesan penting bagi para lulusan agar tidak berhenti sekolah.

“Pesan kami jelas, 100 persen siswa harus melanjutkan pendidikan. Jangan sampai ada yang putus sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Pengawas SD Kecamatan Parungkuda, Nana Ruhiana, mengatakan para siswa yang dilepas telah melewati seluruh tahapan penilaian, mulai dari tes tulis hingga praktik, dan dinyatakan lulus.

Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak, terutama saat memasuki usia remaja yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan.

“Pondasi awal pendidikan itu ada di rumah. Peran Bapak dan Ibu sangat penting dalam mendampingi anak-anak, apalagi mereka sekarang mulai memasuki usia remaja. Jika tidak ada arahan dan bimbingan, mereka bisa mencari jalannya sendiri,” ujar Nana.

Menurutnya, pendidikan anak tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah. Keluarga tetap memegang peran utama dalam membentuk masa depan anak.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Kewajiban orang tua adalah memastikan mereka terus melanjutkan pendidikan, baik formal maupun nonformal,” katanya.

Nana juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, total lulusan SD di Kecamatan Parungkuda mencapai 1.198 siswa. Angka tersebut menunjukkan besarnya tantangan pendidikan ke depan.

“Tahun ini Kecamatan Parungkuda meluluskan 1.198 siswa. Jika anak-anak kita tidak disiapkan untuk bersaing dan menghadapi tantangan zaman, mereka bisa menjadi penonton di negaranya sendiri,” tegasnya.

Secara khusus, ia berpesan kepada 134 lulusan SDN Pakuhaji agar selalu berbakti kepada orang tua, menghormati guru, dan terus berjuang meraih cita-cita.

“Jangan pernah lupakan tiga hal: berbakti kepada orang tua, menghormati guru, dan terus mengejar cita-cita. Mudah-mudahan kelak ada lulusan SDN Pakuhaji yang menjadi guru, pemimpin, dan penerus bangsa yang membanggakan,” pungkasnya. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penuh Haru, Pelepasan 134 Siswa SDN Pakuhaji Sukabumi Diwarnai Tradisi Sungkeman dan Cuci Kaki Orang Tua

Trending Now

Iklan