terbit.id, Sukabumi - Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sukabumi tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Pesan itu mengemuka dalam Apel Kebangsaan bertema “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur” yang digelar di halaman Mako Polres Sukabumi, Palabuhanratu, Jumat (14/8/2026).
Apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga berbagai organisasi kemasyarakatan dalam menjaga Kabupaten Sukabumi tetap aman, tertib dan damai.
Bupati Sukabumi Asep Japar, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi dan Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., membacakan Deklarasi Kebangsaan. Mereka didampingi Wakil Bupati Sukabumi Andreas serta Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali.
Deklarasi serupa juga dibacakan lima perwakilan dari unsur mahasiswa dan profesi. Peserta apel berasal dari berbagai elemen, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, SAR, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, tokoh agama, mahasiswa, Satpam, KNPI, LMPRI hingga organisasi masyarakat.
Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, apel tersebut bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan menjadi bentuk kesepakatan bersama seluruh elemen untuk menjaga kondusivitas daerah.
“Alhamdulillah, kita sudah melaksanakan Apel Kebangsaan. Dari berbagai lini hadir di sini untuk menyepakati kebersamaan untuk membangun Kabupaten Sukabumi sesuai dengan amanat yang tadi disampaikan Ibu Gubernur Jawa Barat, ‘Jaga, rawat Jawa Barat’,” ujar Asep Japar.
Menurutnya, kebersamaan seluruh unsur menjadi modal penting dalam menciptakan suasana Kabupaten Sukabumi yang aman dan damai.
Ia berharap kondisi keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi dapat terus terjaga, sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan tenang.
“Harapan ke depan bahwa di Kabupaten Sukabumi kita aman, damai. Tidak ada dari segala aspek keamanan ataupun yang lainnya, itu tertib, aman dan damai,” katanya.
Asep Japar menyebut keterlibatan dalam apel tersebut mencerminkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas aparat. Unsur mahasiswa, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI-Polri serta pemerintah daerah ikut mengambil bagian.
“Ini semua elemen, dari mahasiswa, kalangan ulama, keagamaan, tokoh masyarakat, termasuk TNI-Polri juga hadir di sini, termasuk pemerintah daerah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan, unsur gabungan juga akan melakukan pemantauan wilayah secara menyeluruh.
“Keliling se-Kabupaten Sukabumi,” kata Asep Japar saat ditanya mengenai teknis patroli yang akan dilakukan.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.
“Salah satu bentuk sinergitas dari seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat, siap menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah hukum Sukabumi,” ujar Benny.
Kapolres yang baru bertugas di Kabupaten Sukabumi itu menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk pengabdian bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, tenteram dan damai.
“Ini merupakan salah satu wujud pengabdian, baik pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat ingin masyarakat aman, tenteram dan damai,” katanya.
Benny juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pimpinan yang diteruskan hingga ke tingkat kewilayahan. Menurutnya, berbagai potensi gangguan keamanan harus diantisipasi secara bersama-sama.
Ketika ditanya mengenai upaya memberantas gangguan keamanan seperti geng motor, Benny menegaskan bahwa fokusnya tidak hanya pada satu persoalan.
“Semua. Bagaimana kami menciptakan masyarakat yang aman, tenteram dan damai,” tegasnya.
Ia pun menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan. Menurut Benny, Polri tidak mungkin bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keamanan di tengah masyarakat.
“Keamanan ketertiban bukan hanya sebatas tanggung jawab Polri, tetapi menjadi bagian daripada tanggung jawab semuanya,” ungkapnya.
Karena itu, Apel Kebangsaan tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat, termasuk berbagai elemen lainnya.
“Makanya ini adalah salah satu bentuk sinergitas pemerintah daerah, kemudian TNI-Polri dan masyarakat termasuk elemen-elemen yang lain,” pungkas Benny. (R.Cking).

