Ujian Terancam Terganggu, Menyusul Dua Kelas SDN Ciganas Sukabumi Ambruk

Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026 | 17:06 WIB Last Updated 2026-05-03T10:07:50Z
terbit.id, Sukabumi - Dua ruang kelas di SD Negeri (SDN) Ciganas, Kampung Ciganas, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk pada Minggu (3/5/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu dipicu kondisi bangunan yang sudah lapuk dan diperparah hujan berkepanjangan, sehingga mengganggu rencana pelaksanaan ujian siswa.

Ambruknya dua ruang kelas tersebut menimbulkan kerusakan berat pada bagian atap dan plafon. Material bangunan runtuh hingga rata dengan lantai, membuat ruangan tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar maupun pelaksanaan ujian.

Manajer Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kerusakan tergolong parah dan membutuhkan penanganan segera.

“Penyebab utamanya karena kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan material cukup signifikan karena dua ruang kelas mengalami rusak berat,” ujar Daeng.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi kendala serius bagi pihak sekolah, terutama karena ruang kelas yang roboh rencananya akan digunakan untuk ujian dalam waktu dekat. Dengan kondisi reruntuhan yang masih berserakan, siswa tidak memungkinkan menggunakan ruangan tersebut.

Menurut Daeng, dampak paling dirasakan adalah oleh para siswa yang harus mengikuti ujian. Mereka terpaksa dialihkan ke ruang lain demi keselamatan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Ciambar, Heri, mengungkapkan bahwa kejadian ini merupakan musibah yang tidak terlepas dari kondisi bangunan yang sudah tidak layak pakai serta faktor cuaca ekstrem.

“Iya, ini musibah bagi kami. Bangunan sekolah memang sudah rapuh, ditambah hujan terus-menerus beberapa hari terakhir sehingga beban air membuat dua ruang kelas ambruk,” kata Heri.

Ia menjelaskan, ruang yang roboh merupakan kelas 1 dan kelas 2 dengan jumlah masing-masing 19 siswa. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas sekolah karena hari libur, sehingga tidak menimbulkan korban.

Heri juga menyebutkan bahwa insiden ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada Maret 2026, ruang perpustakaan di sekolah yang sama mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon kelapa. Kondisi tersebut semakin menguatkan bahwa sekolah membutuhkan penanganan prioritas.

Pemerintah Kecamatan Ciambar bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, lanjut Heri, telah menetapkan SDN Ciganas sebagai prioritas perbaikan.

Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, pihak sekolah mengambil langkah darurat. Ujian siswa kelas 6 dialihkan ke ruang kelas lain yang masih layak, sementara kegiatan belajar mengajar sebagian siswa dipindahkan ke mushola terdekat.

Petugas gabungan dari P2BK Ciambar, TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, hingga relawan Pramuka Peduli telah turun ke lokasi guna melakukan penanganan awal serta pengamanan area.

BPBD Kabupaten Sukabumi juga merekomendasikan agar pihak sekolah segera menyusun laporan resmi serta mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada dinas terkait.

Hingga saat ini, material reruntuhan masih dalam proses pembersihan. Pemerintah setempat terus melakukan pemantauan guna memastikan keamanan siswa dan tenaga pendidik di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ujian Terancam Terganggu, Menyusul Dua Kelas SDN Ciganas Sukabumi Ambruk

Trending Now

Iklan