Hera Iskandar Gagas Revitalisasi Monumen Bojong Kokosan Jadi Destinasi Sejarah dan Wisata Baru di Sukabumi

Redaksi
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:00 WIB Last Updated 2026-05-07T11:44:00Z


terbit.id, Sukabumi - Monumen Perjuangan Palagan Bojong Kokosan di Desa Bojong Kokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi satu-satunya aset bersejarah milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi, digagas untuk direvitalisasi menjadi kawasan terpadu berbasis sejarah, budaya, pendidikan, dan pariwisata.

Gagasan revitalisasi tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah, Dinas Pariwisata, Disbudpora, serta Dinas Pendidikan, Rabu (6/5/2026).

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Gerindra, Hera Iskandar, mengatakan revitalisasi Monumen Palagan Bojong Kokosan tidak semata-mata bertujuan menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga warisan sejarah perjuangan bangsa yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Ini adalah sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang sepenggalnya ada di Kabupaten Sukabumi. Jadi tidak bisa dinilai dengan nilai ekonomi semata,” ujar Hera kepada terbit.id

Menurutnya, konsep revitalisasi akan tetap mempertahankan nilai historis kawasan, namun dikembangkan dengan sentuhan modern dan digitalisasi agar lebih menarik bagi generasi muda.

Hera menjelaskan, terdapat beberapa gagasan utama dalam pengembangan kawasan tersebut. Salah satunya optimalisasi museum sejarah yang sudah ada, kemudian pembangunan amphitheater untuk pemutaran film-film perjuangan yang terintegrasi dengan dunia pendidikan.

“Anak-anak SD, SMP, SMA di Kabupaten Sukabumi bahkan se-Indonesia nanti bisa belajar sejarah di sini melalui film-film perjuangan sehingga wawasan kebangsaan mereka tertanam,” katanya.

Selain menjadi pusat edukasi sejarah, kawasan Bojong Kokosan juga dirancang sebagai ruang pelestarian budaya Sukabumi. Berbagai kesenian, tari tradisional, hingga budaya kampung adat di Sukabumi nantinya direncanakan dapat ditampilkan dalam satu kawasan terpadu.

“Budaya-budaya Sukabumi nanti berkumpul di sini, sehingga menjadi destinasi wisata budaya juga,” ungkap Hera.

Tidak hanya itu, revitalisasi Monumen Bojong Kokosan juga diarahkan menjadi pusat promosi UMKM dan destinasi wisata Sukabumi. Kawasan tersebut direncanakan menjadi semacam gerbang informasi wisata bagi para pengunjung sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi unggulan di Sukabumi.

“Wisatawan yang datang ke Sukabumi bisa terlebih dahulu melihat seluruh informasi destinasi di sini. Mau ke Geopark Ciletuh, Situ Gunung, semuanya tersedia lengkap dengan jarak tempuh dan estimasi biaya,” jelasnya.

Hera menegaskan, gagasan tersebut masih dalam tahap awal dan belum masuk pembahasan anggaran di DPRD Kabupaten Sukabumi. Namun, ia berharap pemerintah daerah dapat menangkap ide tersebut sebagai langkah besar pengembangan kawasan bersejarah di Sukabumi.

“Kami di DPRD tidak hanya bicara soal anggaran yang sudah ada, tapi juga harus melahirkan ide dan gagasan yang out of the box,” katanya.

Ia menilai semangat pelestarian sejarah juga sejalan dengan perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap nilai perjuangan dan kebudayaan bangsa.

“Pak Prabowo sangat menghargai jasa para pahlawan dan nilai-nilai sejarah. Itu yang harus kita tangkap dan diwujudkan di Kabupaten Sukabumi,” ucap Hera.

Dalam bidang pendidikan, Hera menilai Monumen Bojong Kokosan dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi informasi saat ini.

“Tugas kita sebagai pemimpin adalah mempersembahkan ilmu yang penting untuk anak-anak, terutama soal kebangsaan, etika, dan moralitas. Monumen Bojong Kokosan ini nantinya menjadi tempat pembentukan moralitas anak didik kita,” bebernya.

Ia juga menekankan bahwa revitalisasi tetap akan menjaga nilai historis kawasan, namun dikemas secara modern melalui sistem digitalisasi.

“Menjaga nilai histori tapi direvitalisasi dengan sistem digitalisasi. Misalnya ada teater besar yang modern, tetapi menyuguhkan film perjuangan dan budaya yang membawa pesan moral,” tambahnya.

Meski belum memiliki target waktu pelaksanaan, Hera berharap pembahasan revitalisasi Monumen Bojong Kokosan tidak berhenti sebatas wacana.

“Jangan hanya berhenti di atas kertas. Harus dimulai dengan langkah-langkah kecil. Seperti kata Lao Tzu, sejuta langkah dimulai dari langkah pertama,” tandasnya. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hera Iskandar Gagas Revitalisasi Monumen Bojong Kokosan Jadi Destinasi Sejarah dan Wisata Baru di Sukabumi

Trending Now

Iklan