Bojong Kokosan Akan Disulap Jadi Pusat Sejarah Digital Sukabumi, DPRD Dorong Revitalisasi Berbasis Wisata dan Edukasi

Redaksi
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:54 WIB Last Updated 2026-05-07T00:55:53Z
terbit.id, Sukabumi - Monumen Perjuangan Palagan Bojong Kokosan, satu-satunya aset sejarah milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi, mulai didorong untuk direvitalisasi menjadi pusat edukasi sejarah berbasis digital dan destinasi wisata budaya. Revitalisasi itu dibahas dalam pertemuan lintas dinas bersama DPRD Kabupaten Sukabumi di kawasan Monumen Palagan Bojong Kokosan, Desa Bojong Kokosan, Kecamatan Parungkuda, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Komisi III dan IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora), Dinas Pendidikan, unsur kecamatan hingga komunitas sejarah lokal.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golkar, Ferry Supriyadi mengatakan, Palagan Bojong Kokosan merupakan bukti nyata sejarah perjuangan kemerdekaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi dan perlu dijaga keberadaannya.

“Bojong Kokosan ini salah satu peninggalan sejarah dan bukti perjuangan kemerdekaan yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya di titik Bojong Kokosan,” ujar Fery kepada terbit.id, Rabu(6/5/2026). 

Menurutnya, nilai sejarah yang dimiliki kawasan tersebut harus mampu diwariskan kepada generasi muda melalui konsep edukasi yang lebih modern dan mudah diterima masyarakat.

“Bagaimana caranya momen sejarah ini bisa melekat dan menjadi edukasi sejarah terhadap dunia pendidikan dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Fery menyebut, gagasan revitalisasi kawasan bersejarah itu sebenarnya telah lama muncul dari Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi. Salah satu penggagas awalnya yakni Hera Iskandar yang mendorong agar Bojong Kokosan dikembangkan bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Faktor sejarah ini bisa berkembang menjadi satu daya tarik Kabupaten Sukabumi yang berdampak terhadap ekonomi lokal dan nama baik Sukabumi,” katanya.

Dalam konsep yang tengah dibahas, kawasan Monumen Palagan Bojong Kokosan dirancang menjadi pusat komunikasi sejarah berbasis digital yang terintegrasi dengan sektor pendidikan, wisata dan UMKM lokal.

Fery menilai revitalisasi tersebut menjadi langkah penting agar situs sejarah tidak hanya menjadi monumen pasif, melainkan ruang belajar interaktif yang menarik bagi generasi muda.

“Konsep ini dibangun supaya Bojong Kokosan menjadi pusat komunikasi terkait sejarah dan bisa terkoneksi terhadap lingkup wisata, pendidikan dan yang lain-lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep revitalisasi masih akan terus dimatangkan bersama pemerintah daerah. Bahkan, opsi kerja sama dengan pihak swasta juga mulai dibuka apabila keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama.

“Apabila kemampuan anggaran daerah tidak memungkinkan, kerja sama dengan pihak swasta juga bisa menjadi opsi,” ucapnya.

Selain mengedepankan edukasi sejarah, revitalisasi itu juga dirancang untuk menarik minat anak muda melalui pendekatan digital, kegiatan kreatif hingga pelibatan komunitas lokal.

“Banyak konsep dan ide gagasan di dalamnya, bagaimana kita ‘ngamumule’ sejarah ini berbasis digital dan bisa menjadi daya tarik wisata serta peningkatan UMKM di wilayah tersebut,” katanya.

Fery memastikan komunitas sejarah dan masyarakat lokal juga akan dilibatkan dalam pengembangan kawasan tersebut agar keberadaan Monumen Palagan Bojong Kokosan benar-benar hidup dan menjadi identitas sejarah Kabupaten Sukabumi.

Ia berharap program revitalisasi dapat terealisasi dan memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan, pariwisata hingga peningkatan pendapatan daerah.

“Harapannya program ini bisa berjalan maksimal, meningkatkan pembelajaran sejarah, menggerakkan ekonomi masyarakat kecil dan menambah PAD Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.(R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bojong Kokosan Akan Disulap Jadi Pusat Sejarah Digital Sukabumi, DPRD Dorong Revitalisasi Berbasis Wisata dan Edukasi

Trending Now

Iklan