terbit.id Sukabumi - Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Dewi Asmara, menekankan pentingnya penguatan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan globalisasi, khususnya bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti ratusan warga tersebut, Dewi Asmara menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep yang dihafal, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Empat Pilar ini bukan sekadar untuk diketahui, tapi harus benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dewi Asmara.
Ia menilai, derasnya arus informasi di era digital serta kompleksitas tantangan global saat ini menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pondasi kebangsaan yang kuat. Tanpa pemahaman tersebut, generasi muda dinilai rentan terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai persatuan.
Secara tidak langsung, Dewi mengingatkan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan sejak dini menjadi benteng utama dalam menyaring berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Dengan begitu, generasi muda diharapkan mampu bersikap lebih bijak serta tidak mudah terprovokasi oleh paham yang dapat memecah belah bangsa.
“Pemahaman sejak dini akan membantu anak muda lebih bijak dalam menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan semangat persatuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa Empat Pilar tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral dan etika individu, tetapi juga menjadi arah dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan dalam praktik kehidupan bermasyarakat agar Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan beradab.
Dewi pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam merawat persatuan Indonesia. (R.Cking).

