terbit.id Sukabumi - Lima tahun perjalanan Paguyuban Lalana Banten Kidul tidak sekadar dirayakan sebagai seremoni ulang tahun, melainkan menjadi ruang refleksi kebersamaan, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial. Momentum tersebut tergambar dalam gelar budaya dan bakti sosial yang digelar di Kampung Jayabakti, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Tedi Setiadi, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Paguyuban Lalana Banten Kidul. Kehadirannya menegaskan peran penting paguyuban sebagai wadah budaya yang mampu memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Sukabumi.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Tedi Setiadi mengapresiasi konsistensi Paguyuban Lalana Banten Kidul dalam menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Menurut Tedi, budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi untuk membangun karakter dan persatuan masyarakat ke depan.
Ia menilai, eksistensi Lalana Banten Kidul selama lima tahun menjadi bukti bahwa kebudayaan lokal masih memiliki tempat kuat di tengah arus modernisasi.
“Paguyuban seperti Lalana Banten Kidul ini memiliki peran strategis sebagai perekat sosial. Budaya yang dijaga dengan baik akan melahirkan kebersamaan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Tedi Setiadi.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Lalana Banten Kidul, Ade, menyampaikan bahwa usia lima tahun merupakan capaian bersejarah yang lahir dari semangat gotong royong dan kekeluargaan warga Kabupaten Sukabumi.
Ia menuturkan, sejak awal berdiri, Lalana Banten Kidul dibangun bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pengabdian sosial bagi masyarakat.
“Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Paguyuban ini tumbuh dari semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Kami ingin nilai-nilai itu terus diwariskan agar budaya Lalana Banten Kidul tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” kata Ade.
Ade juga menegaskan bahwa gelar budaya dan bakti sosial yang digelar pada peringatan HUT ke-5 ini merupakan simbol kepedulian paguyuban terhadap lingkungan sekitar, sekaligus bentuk rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui.
Perayaan HUT ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul turut dihadiri Abah Usep Cisungsang, tokoh budaya ternama yang dikenal luas atas kiprahnya dalam menjaga adat dan tradisi. Kehadirannya menambah nilai historis dan spiritual dalam rangkaian acara tersebut.
Melalui gelar budaya dan kegiatan bakti sosial, Paguyuban Lalana Banten Kidul berharap dapat terus menjadi jembatan antara pelestarian budaya lokal dan penguatan solidaritas sosial, khususnya di Kabupaten Sukabumi. (R.Cking).

