terbit.id, Sukabumi - Setelah tiga hari pencarian intensif, korban terakhir yang terseret ombak di Pantai Sunset, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR gabungan menemukan jasad korban pada Selasa (20/1/2026) pagi di perairan sekitar Pantai Karangpapak, Kecamatan Cisolok.
Korban diketahui bernama Angga Ardiansyah (28). Ia ditemukan oleh personel rescue Basarnas Pos SAR Sukabumi bersama unsur SAR gabungan sekitar pukul 08.45 WIB, dengan jarak kurang lebih 2 Nautical Miles (NM) dari lokasi awal kejadian.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan jasad korban ditemukan dalam posisi telungkup setelah dilakukan penyisiran menggunakan perahu karet.
“Korban ditemukan telungkup di perairan setelah dilakukan pencarian menggunakan perahu karet pagi ini. Jenazah korban selanjutnya kami evakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Suryo, kepada terbit.id, Selasa ( 20/1/2026).
Ia menjelaskan, operasi pencarian pada hari ketiga difokuskan pada penyisiran laut hingga radius 6 NM dari titik kejadian, serta pencarian darat dengan menyusuri garis pantai hingga sejauh 4 kilometer.
Menurut Suryo, puluhan personel dari berbagai unsur diterjunkan dalam operasi tersebut. Tim SAR gabungan terdiri dari Pos SAR Sukabumi, Polsek Cisolok, Polairud Polres Sukabumi, P2BK BPBD Kecamatan Cisolok, Balawista Karang Hawu, SAKA SAR Kabupaten Sukabumi, CIC Rescue, Sinergi Kemanusiaan, SARDA Kabupaten Sukabumi, Sehati, ASB, Khatulistiwa, Pramuka Peduli, Koramil Cisolok, serta dibantu masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.
Sebelumnya, peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (18/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Tiga orang wisatawan dilaporkan terseret arus saat bermain di Pantai Sunset, tepatnya di belakang Villa Philita, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok.
Satu korban lainnya, Alfin Alfiandi (28), lebih dulu ditemukan meninggal dunia pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Pihak SAR mengimbau para wisatawan untuk selalu waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan arus balik yang kerap terjadi di wilayah pesisir selatan Sukabumi. (R.Cking).

