5 Desa di Sukabumi Terisolir, Longsor dan Jembatan Ambruk Akibat Hujan Ekstrem di Warungkiara

Redaksi
Senin, 15 Desember 2025 | 22:18 WIB Last Updated 2025-12-15T15:19:15Z

TERBIT.ID, Sukabumi – Hujan deras tanpa henti yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Minggu (14/12) hingga Senin (15/12/2025) dini hari telah memicu bencana longsor dan ambruknya jembatan di Kecamatan Warungkiara. Akibatnya, setidaknya lima desa dilaporkan terisolir karena akses utama terputus total.

​Kepala Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Beki Supriatna, menjelaskan bahwa bencana dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

​"Mungkin karena kemarin Minggu hujan yang sangat lebat dari pagi hingga pagi ini pun hujan masih turun sehingga mengakibatkan longsor terjadi di Desa Sirnajaya dini hari tadi jam 03.00 yang menutup akses jalan menuju dari Warungkiara menuju Desa Sirnajaya, Hegarmanah, dan juga Bantarkalong," jelas Beki, Senin (15/12/2025).

​Beki menambahkan, BPBD mencatat longsor tidak hanya terjadi di satu titik. Longsor di dekat Leuwi Lalay, Desa Bantarkalong, juga menambah daftar ruas jalan yang terblokir. Kondisi ini diperparah dengan ambruknya infrastruktur vital, membuat akses alternatif pun sulit dijangkau.

​"Untuk warga Desa Sirnajaya, akses utama terputus. Memang ada akses alternatif lewat Pasapen ke Bantargadung, tapi informasinya jembatannya masih dalam perbaikan," tambah Beki, menyoroti tantangan sulitnya akses bagi warga yang kini terisolir.


​Lima Desa Terdampak Paling Parah

​Camat Warungkiara, Toni Sugiarto, mengonfirmasi dampak bencana di wilayahnya sangat signifikan dengan total lima titik bencana utama.

​"Di sini di wilayah Kecamatan Warungkiara ini ada lima titik yang terkena bencana, salah satunya yang urgent adalah ini, yang menghubungkan Desa Tarisi, Hegarmanah, terus lagi Bojong Kalong, Bantar Kalong," ujar Toni.

​Kelima desa yang aksesnya terdampak parah dan kini terisolir meliputi: Desa Sirnajaya, Tarisi, Hegarmanah, Bojong Kalong, dan Bantarkalong.

​Meskipun bencana ini menyebabkan kegiatan arus mudik tersendat, Camat Toni memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

​Data rinci dari Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat kerusakan spesifik meliputi, ​Llngsor di Kp. Lio Cilandak, Desa Sirnajaya, menutupi akses jalan kabupaten (panjang 25\text{m}, tinggi 2\text{m}, lebar 8\text{m}).

​Longsor di Kp. Cigadog, Desa Bantarkalong, menutup jalan kabupaten di samping Jembatan Cimandiri Leuwi Lalay.

​Jembatan Cikolomeran penghubung Desa Hegarmanah-Bantarkalong ambruk.

​Jalan Desa di Kp. Bojonghaur amblas setinggi 1 meter.

​Banjir bandang di Desa Mekarjaya menghancurkan fasilitas pertanian seluas sekitar 2 hektare.

​Pihak Kecamatan Warungkiara dan BPBD telah bergerak cepat berkoordinasi untuk membuka akses jalan yang tertutup.

​"Alhamdulillah untuk alat berat sedang dikomunikasikan dengan pimpinan pondok pesantren Assalam, Alhamdulillah alat berat tersebut lagi meluncur dalam perjalanan ke lokasi," kata Toni terkait upaya penanganan.

​Toni juga mengimbau 65.000 jiwa penduduk Warungkiara untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kita harus hati-hati dikala melewati jalan-jalan yang terindikasi bencana longsor," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 5 Desa di Sukabumi Terisolir, Longsor dan Jembatan Ambruk Akibat Hujan Ekstrem di Warungkiara

Trending Now

Iklan