Kondisi Riyan sempat menjadi perhatian setelah pengobatannya terhenti. Menanggapi laporan ini, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Sosial (Dinsos) langsung bergerak cepat.
"Kami langsung merespons informasi tentang kondisi Riyan dari masyarakat. Dinsos bersama camat dan lurah setempat segera mengunjungi rumahnya," ujar Kepala Dinsos Kota Sukabumi, Een Rukmini pada Kamis (28/08/2025).
Menurut Een, Riyan sebenarnya sudah menjalani serangkaian penanganan medis dari tahun 2019 hingga 2023. Namun, pengobatannya terputus tanpa ada informasi lanjutan. Meskipun banyak komunitas yang sempat membantu secara mandiri, penanganan Riyan belum bisa tuntas.
Setelah mengecek langsung kondisi Riyan, tim gabungan dari Dinsos, Camat, Lurah, dan Puskesmas Baros langsung merujuk Riyan ke RSUD R Syamsudin untuk melanjutkan pengobatannya.
Saat ini, tim dokter tengah fokus menangani luka-luka yang ada di tubuh Riyan sebelum melanjutkan prosedur operasi untuk mengatasi atresia ani. Meskipun demikian, secara umum kondisi Riyan cukup baik.
"Ada luka-luka yang harus diprioritaskan untuk diobati terlebih dahulu. Riyan bisa tersenyum dan sudah dirawat di rumah sakit. Anaknya baik, hanya mungkin ada luka yang sudah tidak terasa," jelas Een.
Een Rukmini memastikan bahwa keluarga Riyan tidak pernah terputus dari bantuan sosial pemerintah. Mereka tercatat memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS, PKH, dan Bantuan Pangan Non-Tunai.
"Bantuan medis untuk Riyan tidak pernah terputus dan ia bisa dirawat secara gratis. Bantuan sosial lainnya seperti beras juga tetap diterima. Putusnya penanganan medis ini murni terjadi pada penanganan penyakitnya, bukan pada bantuan sosial," tegasnya.
Selain itu, Dinsos juga membantu keluarga Riyan dalam mengurus administrasi kependudukan. Saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus mengawal kesehatan Riyan hingga tuntas.
Semoga Riyan segera pulih dan dapat melanjutkan aktivitasnya seperti biasa, termasuk bersekolah di madrasah.(FKR)