Bayi Ditemukan Terbungkus Plastik di Parungkuda, Sempat Hipotermia Kini Kondisinya Stabil

Redaksi
Senin, 02 Maret 2026 | 16:31 WIB Last Updated 2026-03-02T09:49:12Z

Kondisi bayi laki-laki ditemukan warga Kampung Cipanggulaan RT 04/01, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, di Puskesmas Parungkuda sudah stabil. 

terbit.id, Sukabumi - Bayi laki-laki yang ditemukan warga dalam kondisi terbungkus plastik hitam di sebuah kebun kosong Kampung Cipanggulaan RT 04/01, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, sempat mengalami hipotermia. Saat ini, bayi tersebut tengah menjalani perawatan oleh tim medis Puskesmas Parungkuda dalam kondisi stabil.

Diberitakan sebelumnya, bayi malang itu ditemukan warga pada Senin (2/3/2026) pagi dalam keadaan masih hidup dengan ari-ari yang masih menempel. Bayi kemudian segera dibawa ke Puskesmas Parungkuda untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Puskesmas Parungkuda, dr. Bagus Jatiswara, menjelaskan bahwa bayi tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi hipotermia. Tim medis langsung melakukan penanganan sesuai standar perawatan bayi baru lahir.


“Kami menerima bayi sekitar pukul 08.30 WIB diantar oleh masyarakat. Kondisi awalnya hipotermia, namun masih hidup. Kami lakukan penanganan bayi baru lahir sesuai standar, sementara dirawat di inkubator agar suhu tubuhnya membaik dan tanda vitalnya stabil,” ujar dr. Bagus kepada terbit.id, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, setelah dilakukan perawatan intensif, kondisi bayi menunjukkan perkembangan positif. Pada pukul 15.00 WIB, tanda-tanda vital bayi telah stabil dan bayi sudah mampu mengonsumsi susu formula.

“Sore ini kondisinya sudah stabil. Tanda vitalnya bagus dan bayi sudah bisa minum susu formula. Saat ini kami masih menunggu perkembangan selanjutnya dari lintas sektor, termasuk Pak Kapolsek dan Pak Camat,” tambahnya.

Dr. Bagus juga mengungkapkan, saat bayi tiba di puskesmas, ari-ari masih terhubung sehingga dilakukan tindakan pemotongan tali pusar sebagai bagian dari penanganan bayi baru lahir. Dari hasil pemeriksaan, bayi memiliki panjang badan 50 sentimeter dengan berat badan 2,9 kilogram.

Ia menduga bayi tersebut baru saja dilahirkan mengingat kondisi ari-ari yang masih menempel dan belum adanya penanganan persalinan yang standar.

“Melihat ari-ari yang masih menempel, kemungkinan besar bayi ini baru lahir. Jika tidak segera ditangani, dengan kondisi seperti itu, bayi tidak mungkin bertahan lama,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga, bayi tersebut ditemukan hanya terbungkus plastik tanpa perlindungan lain, sehingga wajar mengalami hipotermia. Hingga kini, pihak Puskesmas Parungkuda masih merawat bayi tersebut sambil menunggu tindak lanjut dari pihak terkait. (R.Cking). 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bayi Ditemukan Terbungkus Plastik di Parungkuda, Sempat Hipotermia Kini Kondisinya Stabil

Trending Now

Iklan