Rifki Bayi Asal Cibadak Sukabumi Lahir Tanpa Lubang Anus, Membutuhkan Operasi Lanjutan

Redaksi
Rabu, 15 Mei 2024 | 19:42 WIB Last Updated 2024-05-15T12:44:31Z
TERBIT.ID, Sukabumi - Seorang bayi laki-laki bernama Muhamad Rifki Sunandar, yang tinggal di Kampung Kamandoran RT 01/10, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilahirkan tanpa lubang anus. 

"Rifki terlahir tanpa lubang pembuangan, dan harus buang air besar melalui samping karena sudah dioperasi 10 hari sebelum hari raya Idul Fitri," ungkap Laras (40 tahun), Kakak ipar ibu Rifki, saat dikonfirmasi, pada Selasa (14/5/2024).

Lebih lanjut Laras mengatakan, Rifki lahir secara normal pada 25 Maret 2024. Dua hari setelah kelahirannya, diketahui bahwa Rifki tidak bisa buang air besar dan kulitnya mulai menguning. 

Kini, Rifki yang berusia 51 hari harus buang air besar melalui lubang yang dibuat di perut sebelah kirinya setelah menjalani operasi, berkat bantuan bidan di Kampung Pojok, Cibadak.

"Saat itu, saya coba memasukkan cotton bud tapi tidak tembus, lalu dibawa lagi ke bidan. Alhamdulillah, bidan dan asistennya membantu merujuk ke RSUD Sekarwangi hingga ke RS Bunut," ujarnya. 

Setelah pemeriksaan medis, Rifki diharuskan menjalani operasi. "Rifki telah menjalani satu operasi dan masih membutuhkan dua operasi lanjutan. Operasi kedua akan dilakukan setelah Rifki berusia enam bulan, tepatnya pada September, dan operasi ketiga setahun kemudian. Harus bertahap karena melihat kondisi bayinya," tambah Laras.

Diakuinya, Rifki juga tidak bisa diberikan susu formula karena alergi, sehingga masih diberikan ASI oleh ibunya. Setiap hari, Rifki harus mengganti kantong kolostomi hingga dua kali, dengan satu kantong berharga Rp 47 ribu. Saat ini, sudah ada bantuan dari relawan untuk biaya tersebut.

Nanang ayah Rifki, bekerja sebagai pengamen sementara ibu Rifki, Imas, adalah seorang ibu rumah tangga yang kini fokus merawat Rifki. 

"Kadang ada uang untuk beli kantong, tapi sulit untuk makan. Makanya kami sering meminta bantuan juga ke keluarga," ungkap Laras.

Proses administrasi juga menjadi kendala, karena ada kesalahan pada tanggal lahir ayah Rifki di kartu keluarga. 

"Saat operasi pertama kemarin menggunakan BPJS ibunya (Imas). Buat jaga-jaga kalau KIS nya Imas tidak bisa digunakan, kami akan mengurusnya lagi karena butuh lengkap untuk operasi selanjutnya. Mudah-mudahan dari relawan bantuan terus berjalan, siapa saja yang niatnya baik tidak menyudutkan," harap Laras.

Sementara itu Kepala Desa Karangtengah, Agung Pratama Putra, menyatakan bahwa keluarga telah mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) kepada pihak desa dan prosesnya sudah selesai. Namun, Agung mengungkapkan bahwa kondisi anak yang memiliki kelainan tidak dijelaskan kepada pihak desa saat pengajuan SKTM. 

"Ketika membuat SKTM, kondisi anaknya tidak dijelaskan ke pihak desa bahwa mempunyai kelainan. Adapun untuk kepengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan BPJS sudah dibantu dan diuruskan," jelas Agung.



Reporter : Usep Suherman
Redaktur : Iyang Sud. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rifki Bayi Asal Cibadak Sukabumi Lahir Tanpa Lubang Anus, Membutuhkan Operasi Lanjutan

Trending Now

Iklan