-->
  • Jelajahi

    Copyright © TERBIT.ID | BERITA TERBIT HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Health

    Januari-Agustus 2022 109 Lokasi Bencana Alam di Kota Sukabumi, Kerugian Mencapai Rp 7,6 Miliar

    TERBIT.ID
    Minggu, 11 September 2022, 18:11 WIB Last Updated 2022-09-12T00:38:01Z

    Bencana Alam di Kampung Babakan Jampang, RT03/11 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.


    TERBIT.ID | Sukabumi - Bencana hidrometeorologi di Kota Sukabumi tercatat ada sebanyak 109 kali kejadian. Hal itu diketahui dari Sistem informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) yang dihimpun BPBD Kota Sukabumi selama Januari-Agustus 2022. Rinciannya, cuaca ekstrem 29 kali, tanah longsor 29 kali, banjir 25 kali, kebakaran 21 kali, angin puting beliung 2 kali, dan gempa bumi 3 kali.

    "Secara aggregate, bencana di Kota Sukabumi tercatat ada sebanyak 109 kali kejadian, yang tersebar di tujuh kecamatan," ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, kepada Terbit.id, Minggu (11/9/2022).

    Akibat dari kejadian tersebut, kata Zulkarnain, nilai kerugian ditaksir mencapai Rp7,6 miliar, dengan luas area 47,39 hektar, dan 844 KK terdampak, diantaranya enam orang mengungsi, satu meninggal dunia, empat luka ringan. Kemudian 667 unit bangunan rusak, 46 unit rusak berat, 165 unit rusak sedang, dan 456 unit rusak ringan.

    "Nilai kerugian akibat bencana alam di Kota Sukabumi mencapai Rp 7.661.395.000," ucapnya.

    Zulkarnain menjelaskan, pada bulan Februari merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat, tercatat ada 35 kasus dan terendah pada bulan April 4 kasus. Selain itu, bencana tanah longsor dan cuaca ekstrem paling mendominasi masing-masing ada 29 kali dan terendah bencana angin puting beliung ada dua kali kejadian.

    "Nilai kerugian yang terbesar berasal dari jenis bencana banjir senilai Rp 5.042.220.000, prakiraan luas area terdampak 42.682 hektar. Kemudian taksiran kerugian bencana tanah longsor senilai Rp 1.031.875.000 dan prakiraan luas area terdampak 2.826 hektar," paparnya.

    Sementara untuk sebaran kejadian berdasarkan wilayah, lanjut Zulkarnain, Kecamatan Cikole menempati peringkat tertinggi, tercatat ada 22 kali kejadian, disusul Kecamatan Lembursitu ada 19 kali, kemudian Kecamatan Warudoyong ada 18 kali, lalu Kecamatan Baros ada 14 kali, Kecamatan Cibeureum dan Citamiang ada 12 kali, yang terendah berasal dari Kecamatan Gunung Puyuh ada 9 kali.

    "Sementara wilayah tertinggi ada di Kecamatan Cikole yaitu 22 kali yang berasal dari Kelurahan Subangjaya, dan terendah di Kecamatan Gunung Puyuh 9 kali yang kejadian tertinggi berasal dari Kelurahan Sriwedari," tandasnya.

    Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, menambahkan pada periode peralihan musim September-Oktober 2022 agar diwaspadai cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan potensi hujan es.

    "Dihimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai yang rawan banjir dan tanah longsor agar waspada. Masyarakat juga dapat melakukan penyesuaian misalnya melakukan musim tanam lebih awal, kemudian melakukan panen air hujan, dan terakhir selalu update informasi cuaca," singkat Imran. (Boy). 
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru