terbit.id, Sukabumi - Aksi pencurian sparepart kendaraan bermotor berupa Electronic Control Unit (ECU) mulai meresahkan warga di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini, mobil siaga F 1528 GZ milik lingkungan warga Kampung Babakan Sari, Desa Benda, menjadi sasaran pencurian setelah ECU kendaraan tersebut raib digondol maling.
Peristiwa itu diketahui pada Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, saat kendaraan yang terparkir di halaman Masjid Jami Al-Hidayah, Kampung Babakan Sari RT 03 RW 02, hendak dipanaskan. Namun, mesin mobil tidak dapat dinyalakan. Setelah diperiksa, kondisi bagian dalam kendaraan sudah berantakan, sejumlah kabel berserakan, dan ECU diketahui telah hilang.
Ketua RW 02 Kampung Babakan Sari, Dedi Kurniawan, mengatakan, aksi pencurian tersebut diduga terjadi pada malam hari, antara Jumat malam atau malam sebelumnya. Pasalnya, saat dilakukan pengecekan pada Rabu, kondisi kendaraan masih normal dan ECU masih terpasang.
"Jadi, kejadiannya entah malam kemarin atau malam sebelumnya. Yang jelas, hari Rabu masih dicek dan kondisinya masih bagus. Tadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat mau servis ban dan mobil hendak dipanaskan, ternyata tidak bisa menyala. Setelah dibuka, bagian dalam sudah berantakan, kabel berserakan, dan ECU-nya hilang," ungkap Dedi.
Ia menjelaskan, kehilangan tersebut pertama kali diketahui oleh Dadang, salah seorang pengurus yang juga memegang kunci kendaraan. Mobil siaga itu selama ini digunakan untuk membantu kebutuhan operasional warga, terutama ketika ada masyarakat yang sakit maupun keperluan menjenguk orang sakit.
Menurut Dedi, kejadian pencurian ECU tersebut baru pertama kali terjadi di lingkungan Kampung Babakan Sari. Meski demikian, peristiwa itu menambah daftar kehilangan komponen kendaraan di sekitar wilayah Cicurug.
Berdasarkan informasi yang dihimpun terbit.id, sebelum kejadian di Babakan Sari, ECU mobil siaga Desa Bangbayang juga dilaporkan hilang. Bahkan, ECU beserta komponen power steering kendaraan yang terparkir di depan salah satu restoran di wilayah tersebut turut raib. Rentetan kejadian ini memunculkan kekhawatiran warga terhadap dugaan aksi pencurian sparepart kendaraan yang menyasar sejumlah titik.
Dedi mengaku prihatin karena hilangnya ECU bukan sekadar kehilangan komponen kendaraan biasa. Pasalnya, perangkat tersebut merupakan bagian penting dalam sistem pengendalian mesin, sehingga kendaraan tidak dapat beroperasi secara normal ketika komponen tersebut dicuri.
"Harapan saya, kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi, baik di tempat kami maupun di tempat-tempat lainnya. Karena ECU itu bisa dibilang jantungnya mobil. Kalau hilang, kendaraan tidak bisa jalan," tegasnya.
Ia juga berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kendaraan yang diparkir di area terbuka.
"Mungkin ini juga menjadi pembelajaran bagi kita agar lebih hati-hati dalam merawat dan menjaga kendaraan. Pengamanannya harus lebih diperketat supaya kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.
(R.Cking).

