Bukan Sekadar Jumat Bersih, Kadisdik Sukabumi Bangun Disiplin dan Kebersamaan Lewat Kerja Bakti

Redaksi
Jumat, 06 November 2026 | 10:31 WIB Last Updated 2026-11-06T03:34:12Z

Kepala Dinas Pendidikan, Deden Sumpena merapikan tembok tempat duduk di lingkungan Masjid Dinas Pendidikan, Jumat(6/11/2026). Foto : Rawin Cking. 

terbit.id, Sukabumi - Jumat Bersih di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bukan sekadar rutinitas membersihkan halaman kantor. Kegiatan yang digagas Kepala Dinas Pendidikan, Deden Sumpena, itu juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, memperkuat kekompakan ant staf, hingga mendorong pemanfaatan lahan kosong untuk menunjang ketahanan pangan.

Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan Jumat Bersih di lingkungan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/11/2026). Tak hanya memberikan arahan, Deden Sumpena bahkan turun langsung bersama staf membuat tembok tempat duduk di sekitar masjid sebagai bagian dari penataan fasilitas lingkungan kerja.

Pantauan terbit.id, kegiatan diawali dengan apel rutin, dilanjutkan olahraga bersama dan kerja bakti. Suasana kebersamaan juga terlihat ketika sejumlah pegawai membawa makanan dan minuman dari rumah untuk dinikmati bersama setelah kegiatan.

Deden mengatakan, agenda setiap Jumat memang dirancang bukan hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan kantor, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi seluruh pegawai di tengah kesibukan menjalankan tugas masing-masing.


"Kita rutin setiap Jumat melaksanakan pertemuan. Pertemuan ini dalam rangka menjalin kebersamaan. Selain itu, kita juga menata lingkungan dan memanfaatkan lahan-lahan di sekitar dinas yang belum terpakai," ujar Deden kepada terbit.id di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, lahan yang belum dimanfaatkan tersebut ke depan akan ditata dan dioptimalkan untuk kegiatan produktif, termasuk mendukung program ketahanan pangan.

Pola kegiatan Jumat pun dibuat bergantian. Pada pekan tertentu pegawai melaksanakan olahraga bersama, sedangkan pekan berikutnya difokuskan pada kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan.

Deden menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali kedisiplinan pegawai setelah kebijakan bekerja dari rumah atau, work from home (WFH) di lingkungan Dinas Pendidikan tidak lagi diberlakukan.

Ia menegaskan, pencabutan WFH berkaitan dengan kebutuhan pelayanan pendidikan yang tidak seluruhnya dapat dilakukan dari rumah. Karena itu, setiap pegawai harus kembali menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara langsung di lingkungan kerja.

"Selain melaksanakan tugas rutin sehari-hari sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, pegawai juga perlu berpartisipasi dalam kegiatan yang menunjang kebersamaan dan kebersihan lingkungan," katanya.

Hal menarik lainnya, kebersamaan dibangun melalui kebiasaan berbagi makanan. Deden menyebut, makanan yang disajikan bukan berasal dari anggaran kegiatan, melainkan inisiatif pribadi masing-masing pegawai.

"Intinya, semua yang dibawa itu dari masing-masing perorangan. Mudah-mudahan setiap Jumat muncul inisiatif dari pegawai untuk membawa makanan. Ada yang membawa makanan apa, kemudian bisa dinikmati bersama. Di situlah wujud keikhlasan dan kebersamaan," ungkapnya.

Lebih jauh, Deden mengingatkan bahwa tugas Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memiliki cakupan pekerjaan yang besar, mulai dari pelayanan administrasi hingga menangani berbagai kebutuhan sekolah dalam jumlah yang tidak sedikit.

Menurutnya, berbagai persoalan pendidikan tidak mungkin diselesaikan hanya oleh satu bidang. Diperlukan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antar bidang agar setiap persoalan dapat ditangani secara bersama-sama.

"Tugas kita memang luar biasa dan cukup banyak. Jumlah garapan kita juga luas, jumlah sekolah cukup banyak. Karena itu, pelayanan dunia pendidikan tidak hanya membutuhkan keahlian, tetapi juga kerja sama semua bidang dan komunikasi," tegasnya.

Ia berharap, kebiasaan berkumpul, berolahraga, dan bekerja bakti setiap Jumat tidak berhenti sebagai agenda rutin semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan tumbuh menjadi budaya kerja yang membangun rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta solidaritas di antara seluruh pegawai.

"Permasalahan seberat apa pun, ketika diselesaikan bersama-sama akan terasa lebih mudah karena ditanggung bersama. Intinya, saya ingin mengajak seluruh pegawai untuk membangun kebersamaan," pungkasnya. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Sekadar Jumat Bersih, Kadisdik Sukabumi Bangun Disiplin dan Kebersamaan Lewat Kerja Bakti

Trending Now

Iklan