KA Pangrango Tertemper Orang di Cisaat-Cibadak, Perjalanan Kembali Normal

Redaksi
Minggu, 06 September 2026 | 20:51 WIB Last Updated 2026-09-06T13:53:02Z


terbit.id, Sukabumi - Perjalanan KA Pangrango relasi Sukabumi-Bogor sempat mengalami gangguan setelah kereta tersebut tertemper orang di Km 40+700 petak jalan Cisaat-Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.55 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan, lokomotif dan rangkaian kereta dinyatakan aman dan perjalanan kembali dilanjutkan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan petugas langsung berkoordinasi dengan unsur pengamanan setelah menerima laporan kejadian tersebut. Petugas kemudian menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan kondisi jalur serta rangkaian kereta.

KA Pangrango tiba di Stasiun Cibadak sekitar pukul 11.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan gangguan yang menghambat operasional kereta sehingga perjalanan dapat dilanjutkan pada pukul 11.02 WIB.

“Peristiwa tersebut menyebabkan KA Pangrango mengalami keterlambatan selama tiga menit. Saat ini, jalur kereta api telah dinyatakan aman dan perjalanan kereta api kembali berjalan normal,” ujar Franoto

Sementara itu, petugas kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 60 tahun. Korban kemudian dievakuasi dari area bawah jembatan pada pukul 11.50 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Franoto menyampaikan bahwa proses penanganan korban selanjutnya dilakukan bersama pihak kepolisian dan instansi terkait. Hingga informasi tersebut disampaikan, kondisi korban masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak yang menangani.

“KAI Daop 1 Jakarta turut prihatin atas kejadian tersebut. Korban telah dievakuasi dari lokasi dan selanjutnya mendapatkan penanganan dari pihak terkait. Hingga saat ini, kondisi korban masih menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya.

KAI Daop 1 Jakarta mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki, berjalan, atau melakukan aktivitas di jalur kereta api. Jalur tersebut merupakan area khusus operasional kereta yang harus tetap steril untuk mencegah kecelakaan.

Masyarakat juga diminta menjaga jarak aman ketika berada di sekitar perlintasan atau jalur kereta api. Menurut KAI, kereta api memiliki karakteristik membutuhkan jarak tertentu untuk berhenti sehingga tidak dapat melakukan pengereman secara mendadak ketika menghadapi kondisi di jalur.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga jarak aman dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar jalur kereta api. Kereta api memiliki karakteristik tidak dapat berhenti secara mendadak,” tutur Franoto.

Dengan selesainya pemeriksaan terhadap KA Pangrango, operasional kereta di petak jalan Cisaat-Cibadak kembali berjalan normal. KAI tetap berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait dalam penanganan pascakejadian tersebut. (R Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KA Pangrango Tertemper Orang di Cisaat-Cibadak, Perjalanan Kembali Normal

Trending Now

Iklan