terbit.id, Sukabumi - Persaingan tiga kandidat dalam Musyawarah Korda (Muskorda) III Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya berakhir dengan terpilihnya Budi Setiawan dari iNews TV sebagai ketua periode 2026-2029.
Budi meraih 10 suara dari total 19 suara dalam pemilihan yang berlangsung di Aula Angklung Grand Samudra Beach, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). Ia mengungguli dua kandidat lainnya, Rizki Gustana dari tvOne memperoleh lima suara dan Ahmad Fikri dari CNN empat suara.
Hasil tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru IJTI Korda Sukabumi Raya. Tantangan pertama yang akan dihadapi Budi bukan hanya menyusun kepengurusan, tetapi juga memperkuat organisasi dan menerjemahkan gagasan yang disampaikan selama Muskorda ke dalam program kerja.
Budi mengatakan, agenda terdekat setelah terpilih sebagai ketua adalah menggelar musyawarah kerja bersama seluruh bidang dalam struktur kepengurusan.
“Alhamdulillah rangkaian Muskorda IJTI yang ketiga telah resmi diselesaikan hari ini. Untuk agenda terdekat, saya akan langsung melakukan musyawarah kerja, terutama bagi semua bidang yang ada di kepengurusan kami,” kata Budi.
Menurutnya, musyawarah kerja tersebut akan menjadi pijakan awal untuk menyusun berbagai program yang dinilai relevan dengan kebutuhan anggota sekaligus mendorong perkembangan organisasi selama tiga tahun ke depan.
Budi menyebut penguatan internal menjadi salah satu skala prioritas. Ia menilai organisasi perlu memiliki fondasi yang solid sebelum menjalankan berbagai agenda eksternal.
“Skala prioritas kami untuk saat ini lebih ke penguatan internal. Penguatan organisasi,” ujarnya.
Salah satu langkah yang akan didorong adalah membuka ruang lebih luas bagi jurnalis yang berkecimpung di bidang audiovisual untuk bergabung dengan IJTI. Menurut Budi, perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi telah membuat batas antara media televisi dengan platform audiovisual semakin dinamis.
Ia menilai kondisi tersebut perlu disikapi secara terbuka, termasuk terhadap jurnalis yang memproduksi karya jurnalistik melalui platform digital seperti YouTube.
“Kalau dulu memang kita eksklusif khusus untuk wartawan televisi. Tapi sekarang banyak audiovisual yang dilakukan oleh teman-teman media, termasuk YouTube atau yang lainnya. Kita akan terbuka untuk bisa bergabung, tetapi nanti kita akan selektif memilih,” jelasnya.
Meski demikian, Budi menegaskan mekanisme dan kriteria keanggotaan bagi pekerja media audiovisual akan dibahas lebih lanjut bersama pengurus dan anggota IJTI.
“Apakah ini pantas atau tidak, kita diskusikan dengan teman-teman yang lain. Sekarang banyak media online yang punya YouTube atau apa. Kita nanti omongkan lagi untuk hal seperti itu,” katanya.
Selain memperluas keanggotaan, Budi juga menempatkan advokasi hukum dan kesejahteraan anggota sebagai bagian penting dari agenda kepengurusannya.
Ia mengatakan IJTI harus mampu menjadi ruang bersama bagi jurnalis, termasuk ketika anggota menghadapi persoalan hukum dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kemudian kita akan memberikan advokasi hukum apabila ada anggota IJTI yang terlibat atau menghadapi persoalan. Terus kesejahteraan, insyaallah ke depannya kesejahteraan itu yang utama di dalam organisasi kami,” ungkapnya Budi.
Sementara itu, Ketua Panitia Muskorda III IJTI Korda Sukabumi Raya, Panji Aprianto, memastikan seluruh tahapan musyawarah telah dilaksanakan, mulai dari penyampaian visi dan misi kandidat, proses pemilihan hingga penghitungan suara.
“Seluruh rangkaian Muskorda sudah dilaksanakan sampai tahapan pemilihan dan penghitungan suara,” kata Panji.
Dalam Muskorda tersebut, ketiga kandidat sebelumnya menyampaikan visi dan misi serta gagasan yang akan dibawa untuk memperkuat IJTI Korda Sukabumi Raya. Persaingan kemudian ditutup dengan perolehan suara Budi Setiawan sebanyak 10 suara, Ahmad Fikri lima suara, dan Rizki Gustana empat suara.
Budi sendiri membawa gagasan menjadikan IJTI sebagai rumah bersama bagi jurnalis dengan organisasi yang solid, responsif, dan inklusif. Penguatan profesionalisme anggota juga menjadi bagian dari agenda yang akan didorong, termasuk melalui pelatihan dan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ).
Di sisi lain, Budi menekankan pentingnya menjaga kebebasan dan independensi pers. Komunikasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun pemangku kepentingan lainnya tetap diperlukan, namun menurutnya harus berjalan tanpa mengurangi independensi jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Muskorda III tersebut turut dihadiri perwakilan IJTI pusat, yakni Wakil Ketua Umum IJTI Wahyu Triyogo dan Bendahara Agus Munsir.
Dengan terpilihnya Budi Setiawan, pekerjaan IJTI Korda Sukabumi Raya memasuki fase baru. Konsolidasi internal, perluasan keanggotaan, perlindungan hukum, kesejahteraan, serta respons terhadap perubahan ekosistem media menjadi sejumlah agenda yang akan menentukan arah organisasi hingga 2029. (R.Cking).

