terbit.id, Sukabumi - Kemeriahan Milangkaya ke-73 Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, bukan sekadar perayaan bertambahnya usia desa. Pesta rakyat yang digelar di Lapang Sepak Bola Kaliki, Kampung Cipanggulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026), menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kekompakan, kreativitas sekaligus menjaga tradisi dan budaya Sunda.
Rangkaian Milangkaya Desa Kompa tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari Karnaval Dongdang, pentas seni tradisional, marawis, prosesi adat lengser dan nyawer, hingga pertunjukan musik band lokal serta pengundian doorprize.
Kemeriahan semakin terasa saat warga dari 7 RW dan 28 RT mengikuti Karnaval Dongdang. Setiap peserta membawa dongdang yang dihias dengan beragam hasil pertanian dan kreativitas warga. Pawai dimulai dari kawasan Perumahan BMI Cijambe dan berakhir di Lapang Kaliki.
Karnaval tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ajang adu kreativitas dan kekompakan antarmasyarakat. Penilaian meliputi kekompakan, kreativitas, serta yel-yel. Selain juara 1, 2 dan 3, panitia juga menyiapkan juara harapan serta piala bergilir dari Pemerintah Desa Kompa.
Kepala Desa Kompa Yulianti mengatakan, kemeriahan Milangkaya ke-73 dapat terlaksana berkat dukungan dan kerja sama berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, pendidik, pengusaha, tokoh masyarakat hingga para donatur.
“Bu Kades tidak ada apa-apanya tanpa Ibu Bapak sekalian. Semua begitu antusias, semua berjalan dengan lancar,” ujar Yulianti.
Menurutnya, tema “Memperkuat Sinergi Masyarakat Desa Kompa yang Lebih Baik” menjadi pesan penting agar semangat kebersamaan yang sudah terlihat dalam perayaan Milangkaya dapat terus dijaga setelah kegiatan berakhir.
Ia juga menyebut Desa Kompa memiliki sejumlah potensi yang terus dikembangkan, di antaranya seni budaya Bhinneka Desa Kompa dan Drumband Indosco yang melibatkan anak-anak serta pemuda desa.
“Semoga setelah hari ini dan ke depan, warga Desa Kompa semakin bersinergi. Setelah sinergitas yang sudah kita tunjukkan hari ini, semoga ke depannya lebih baik dari hari ini,” katanya.
Sementara itu, Camat Parungkuda Hasanuddin yang baru menjalankan tugasnya di Kecamatan Parungkuda turut hadir dalam perayaan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Kompa yang menurutnya menunjukkan kuatnya semangat gotong royong.
“Ini menjadi momentum yang luar biasa. Saya melihat langsung antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Mudah-mudahan kekompakan dan gotong royong seperti ini terus dipertahankan,” kata Hasanuddin.
Hasanuddin menilai Milangkaya ke-73 tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun desa, tetapi juga momentum untuk menghargai perjuangan para pendahulu sekaligus membangun semangat baru bagi masyarakat.
“Semoga Desa Kompa semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pemerintah desa semakin dekat dengan masyarakat. Mari kita jaga kekompakan, gotong royong dan komunikasi yang baik,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat Parungkuda, khususnya warga Desa Kompa, untuk menyampaikan persoalan maupun menggali potensi yang dapat dikembangkan bersama.
“Kalau ada persoalan di masyarakat, mari kita komunikasikan. Kalau ada potensi desa yang bagus, mari kita kembangkan bersama. Kalau ada keberhasilan, mari kita rayakan sebagai keberhasilan bersama,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Milangkaya ke-73 Desa Kompa, Surya, mengungkapkan persiapan kegiatan telah dilakukan selama sekitar dua bulan. Panitia mulai menyusun persiapan sejak April, termasuk penggalangan dukungan dan penyusunan teknis acara.
Menurut Surya, Karnaval Dongdang menjadi salah satu agenda utama karena melibatkan langsung masyarakat dari seluruh wilayah Desa Kompa.
“Pesertanya per RT dari tujuh RW dan 28 RT. Penilaiannya salah satunya kekompakan, kreativitas dan yel-yel,” jelasnya.
Selain karnaval, pesta rakyat juga menghadirkan berbagai kesenian tradisional yang ditampilkan sanggar Desa Kompa, marawis, prosesi adat lengser dan nyawer, serta kreativitas anak muda melalui band lokal.
Malam harinya, hiburan dilanjutkan dengan penampilan dua grup musik bergenre reggae, yakni Sarasa dari Sukabumi Kota dan Remirasta yang merupakan band putra daerah.
Surya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk Karang Taruna, LPM, MUI, DMI, PKK, Pemerintah Desa Kompa, para sponsor, agnia, serta para ketua RT dan RW.
“Acara ini benar-benar didukung oleh semua pihak. Harapan kami ke depan mendapatkan perhatian dari Pemda Sukabumi, serta semua lembaga yang berkaitan dengan pemerintah desa terus bersinergi. Kita tanamkan semangat bersatu membangun dan bermartabat,” pungkasnya.
Perayaan Milangkaya ke-73 akhirnya tidak hanya meninggalkan kemeriahan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi, kreativitas dan gotong royong masih menjadi kekuatan masyarakat Desa Kompa dalam membangun desa.(R.Cking).

