terbit.id, Sukabumi - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa keberhasilan membangun generasi masa depan tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi melalui Air Susu Ibu (ASI), tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas lingkungan tempat anak-anak tumbuh.
Hal tersebut disampaikan Hasto saat menghadiri peringatan Hari ASI Sedunia dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Sepak Bola Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Hasto mengingatkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan investasi penting bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Menurutnya, kandungan gizi dalam ASI sangat berperan dalam mendukung proses tumbuh kembang sejak usia dini.
"ASI itu memberikan asupan gizi yang lengkap, vitaminnya sangat lengkap. Lingkungan kita bersih, kata Ibu Mega, selokan-selokan kita bersih, tersedia air bersih, maka segala sesuatunya kehidupan akan terasa lebih indah," ujar Hasto.
Ia menjelaskan, upaya menciptakan generasi unggul tidak cukup hanya dengan memperhatikan asupan gizi. Kebersihan lingkungan juga menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan karena berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak.
Menurut Hasto, masih terdapat sejumlah persoalan lingkungan di Kabupaten Sukabumi yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia menyinggung kondisi sampah yang masih berserakan serta penataan trotoar yang dinilai belum optimal.
"Sebagai otokritik, tadi saya lihat sampah masih berserakan, pengaturan trotoar belum. Padahal tidak harus mewah-mewah, yang penting bersih," katanya.
Hasto menilai wajah sebuah daerah tercermin dari kebersihan lingkungan, mulai dari trotoar yang tertata, taman kota yang terawat, saluran air yang bersih, hingga keberadaan ruang publik seperti perpustakaan yang nyaman bagi masyarakat.
Karena itu, ia mendorong seluruh kader PDI Perjuangan di Kabupaten Sukabumi untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui kegiatan rutin membersihkan lingkungan.
"Maka nanti PDI Perjuangan di Kabupaten Sukabumi ini wajib nanti tetapkan hari khusus untuk kita bergotong royong membersihkan kota-kota di Kabupaten Sukabumi ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Hasto menekankan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan menjadi langkah awal dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, kecukupan gizi sejak dini akan mendukung perkembangan kecerdasan anak sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa.
"Ke depan, dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan setidak-tidaknya, dengan gizi yang cukup, maka kecerdasan akan bertumbuh dengan lebih baik," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dalam perspektif yang lebih luas. Menurut Hasto, politik bukan semata-mata berbicara mengenai kekuasaan, melainkan juga tentang membangun peradaban melalui peningkatan kualitas manusia sejak usia dini.
Secara tidak langsung, Hasto menilai perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan pemimpin bangsa di masa mendatang. Karena itu, ia berharap keluarga, masyarakat, dan pemerintah memiliki kepedulian yang sama terhadap pemenuhan gizi serta kesehatan anak.
"Politik bukan hanya urusan kekuasaan. Politik adalah persoalan membangun peradaban, menyiapkan anak-anak didik kita, anak-anak kandung kita untuk menjadi pemimpin ke depan," ucapnya.
Di akhir sambutannya, Hasto berharap peringatan Hari ASI Sedunia tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan nyata yang mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif, gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta kebersihan lingkungan.
"Selamat dan semoga peringatan Hari ASI Internasional ini bisa menjadi gerakan bagi kita untuk membangun kesadaran Ibu-ibu dan juga kesadaran Bapak-bapak dalam kehidupan rumah tangga," pungkasnya.(R.Cking).

