Lurah Cibadak Ridwan Kurniawan sedang melakukan pengarahan ke petugas BPDB dan relawan yang akan melakukan pemangkasan pohon mahoni di ruas jalan Bogor-Sukabumi Kampung Lewi Goong, Kelurahan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu(13/5/2026). Foto : R. Cking.
terbit.id, Sukabumi - Sebuah pohon mahoni berukuran besar yang kondisinya sudah lapuk dan rawan tumbang dipangkas oleh pihak Kelurahan Cibadak bersama lintas sektoral di Kampung Lewi Goong, Kelurahan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026).
Pemangkasan dilakukan karena pohon tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi di wilayah Sukabumi.
Pantauan di lokasi, personel Satlantas Polres Sukabumi turut melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas selama proses pemangkasan berlangsung. Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, IPDA Yoga Permana bersama anggotanya terlihat mengatur kendaraan agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan di sekitar lokasi.
Lurah Cibadak, Ridwan Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah kecamatan, PPK 2.2, Dishub, TNI-Polri, Satlantas Polres Sukabumi, Satpol PP Kecamatan dan Kelurahan Cibadak, BPBD, PLN, Telkom hingga relawan dan lembaga kelurahan.
“Kelurahan Cibadak beserta kecamatan dan stakeholder terkait melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon mahoni yang sudah tua dan disinyalir sudah mati. Pohon ini berisiko menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan, baik roda dua, roda empat maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Ridwan kepada terbit.id Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pemangkasan pohon tersebut tidak dilakukan secara mendadak, melainkan setelah adanya banyak laporan dari masyarakat yang khawatir pohon besar itu roboh sewaktu-waktu.
“Ini berdasarkan laporan dari banyak pihak kepada pemerintah untuk dilakukan penebangan karena dikhawatirkan rubuh. Laporan datang dari masyarakat baik secara langsung, lisan maupun melalui media sosial,” katanya.
Ridwan menjelaskan, pohon yang dipangkas hanya satu batang, namun ukurannya cukup besar dan diperkirakan sudah ada sejak zaman Belanda.
“Satu pohon, tetapi ukurannya cukup besar dan sudah lama, kemungkinan dari zaman Belanda,” ucapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya pemerintah juga telah beberapa kali melakukan pemangkasan maupun penebangan pohon rawan tumbang di sejumlah titik wilayah Cibadak, seperti jalur menuju Pelabuhanratu, Jalan Perintis Kemerdekaan dan jalur Sekarwangi.
“Sepanjang tahun 2025 hingga 2026 kami sudah beberapa kali melaksanakan pemangkasan dan penebangan pohon mahoni yang akarnya sudah rapuh dan membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.
Ridwan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu, mulai dari hujan deras, angin kencang hingga suhu panas ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada. Jaga kesehatan diri, lingkungan dan keluarga karena cuaca saat ini cukup ekstrem,” pungkasnya. (R.Cking).

