Hardiknas 2026 Jadi Momentum Pembenahan Pendidikan Sukabumi, Rehab Ratusan Sekolah Dipacu

Redaksi
Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:14 WIB Last Updated 2026-05-02T09:16:19Z


terbit.id, Sukabumi - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sukabumi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum penguatan kualitas pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa, sekaligus mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan.

Peringatan Hardiknas 2026 yang digelar di Lapangan Sekolah Model, lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Cikembar, Sabtu (2/5/2026), menjadi titik penegasan arah kebijakan pendidikan ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya peningkatan kualitas akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara fisik dan psikologis.

“Sekolah hari ini harus menjadi ruang yang nyaman dan aman bagi anak. Bukan hanya peningkatan prestasi, tetapi bagaimana sekolah menjadi rumah yang aman bagi mereka,” ujar Deden.

Menurutnya, konsep tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas yang inklusif dan berorientasi pada kenyamanan peserta didik.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang menangani keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah. Satgas ini merupakan pengembangan dari tim sebelumnya yang berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah.

Deden menjelaskan, satgas tersebut akan mengoordinasikan berbagai aspek, mulai dari penanganan kasus perundungan (bullying) hingga memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah mendukung proses belajar mengajar.

“Bukan hanya psikis, tetapi juga kondisi bangunan sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah yang aman,” katanya.

Di sisi lain, persoalan infrastruktur pendidikan masih menjadi perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini tengah melakukan percepatan rehabilitasi sekolah, khususnya yang mengalami kerusakan berat.

Deden mengungkapkan, pihaknya telah memulai tahapan awal pembangunan dengan 23 sekolah dasar yang masuk program tahap pertama. Secara keseluruhan, lebih dari 258 sekolah dasar telah diajukan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi.

“Alhamdulillah kita mendapat bantuan yang cukup maksimal, baik dari APBN, APBD, maupun dana BOS. Mudah-mudahan yang rusak berat bisa tertanggulangi tahun ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pembangunan dilakukan secara bertahap hingga tiga sampai empat tahap, termasuk untuk jenjang SMP, serta mencakup TK dan PAUD.

Selain infrastruktur, pemerataan tenaga pendidik juga menjadi tantangan, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Deden mengakui, meski satuan pendidikan sudah tersebar merata, distribusi guru masih belum optimal.

“Untuk sekolah sudah merata sampai ke wilayah terjauh, tetapi pemerataan guru masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di wilayah selatan,” jelasnya.

Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, pemerintah telah melakukan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk skema paruh waktu, yang didistribusikan ke berbagai sekolah.

Namun demikian, ia mengakui kebutuhan guru belum sepenuhnya terpenuhi, terutama karena banyak tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun.

Di bidang transformasi pendidikan, Dinas Pendidikan juga mulai mendorong digitalisasi sistem pembelajaran. Pelaksanaan asesmen berbasis teknologi telah dilakukan secara serentak di tingkat SD dan SMP.

Meski berjalan lancar, kendala jaringan internet masih ditemukan di beberapa wilayah.

“Kendala utama memang di sinyal. Tapi itu sudah kita petakan, mudah-mudahan ke depan bisa lebih lancar,” kata Deden.

Untuk tahun 2026, prioritas utama tetap pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, termasuk penguatan kompetensi guru melalui pelatihan serta penyediaan sarana yang memadai.

Sementara itu, capaian indikator pendidikan seperti angka partisipasi dan kelulusan masih dalam proses penghitungan, seiring pelaksanaan ujian sekolah yang akan segera berlangsung.

Deden menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan di Kabupaten Sukabumi saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh. (R.Cking).

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hardiknas 2026 Jadi Momentum Pembenahan Pendidikan Sukabumi, Rehab Ratusan Sekolah Dipacu

Trending Now

Iklan