terbit.id, Sukabumi - Dua pelajar SMKN di Kabupaten Sukabumi menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal saat pulang sekolah, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kedua korban mengalami luka serius di bagian kepala dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban diketahui inisial RG (17), siswa kelas 11 asal Perumahan Cidahu Permai, Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, serta Sahril Sopian, siswa kelas 10 yang merupakan warga Kecamatan Cikidang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pembacokan terjadi di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Cibadak. Ramdani diserang di sekitar Jembatan Cigoong atau pertigaan Labora saat kondisi lalu lintas macet, sedangkan Sahril dibacok di kawasan depan RS DKH.
Ramdani menuturkan, saat kejadian dirinya tengah pulang sekolah bersama rekannya menggunakan sepeda motor. Ia mengaku sempat melihat sekelompok pelajar lain yang diduga berasal dari sekolah berbeda turun dari kendaraan sebelum akhirnya melakukan pengejaran.
“Pas lagi macet di situ, dari belakang ada yang ngejar. Yang ngejar satu motor bertiga. Saya posisi bonceng paling belakang,” ujar Ramdani saat ditemui di rumah sakit.
Ia mengaku sempat panik ketika pelaku mendekat dan langsung mengayunkan senjata tajam ke arah kepalanya.
“Posisinya masih di motor, enggak turun sama sekali. Habis kena langsung kabur. Saya juga enggak tahu dibacok pakai apa karena panik,” katanya.
Meski mengalami luka di bagian belakang kepala, R mengaku masih sadar saat dilarikan ke fasilitas kesehatan.
“Saya awalnya dibawa ke klinik dulu, cuma di sana cuma dibalut perban karena darahnya keluar terus, akhirnya disuruh ke rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara itu, staf bidang kesiswaan SMKN 1 Pertanian, Asmi, mengatakan para siswa sebenarnya baru keluar sekolah sekitar pukul 15.30 WIB setelah melaksanakan salat Ashar berjamaah.
“Kalau pulang sekolah itu jam 15.00 WIB, tapi anak-anak biasanya salat Ashar dulu, jadi keluar sekitar setengah empat. Untuk kronologis lengkapnya kami juga masih menunggu informasi karena kondisi korban masih syok dan pusing,” ujarnya.
Menurut Asmi, kedua korban mengalami luka cukup serius, terutama Sahril.
“Kalau untuk Sahril lukanya lumayan besar. R juga mengalami luka di belakang kepala dan masih kesulitan mengingat kejadian,” jelasnya.
Di sisi lain, orang tua S, Ida Farida (46), mengaku sangat terkejut saat menerima kabar anaknya menjadi korban pembacokan.
“Saya dapat kabar sekitar jam lima sore dari telepon. Katanya S ada di Sekarwangi. Namanya orang tua pasti kaget, sedih, dan khawatir,” tutur Ida.
Ia berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Mudah-mudahan cepat terungkap dan selesai. Jangan sampai ada tragedi seperti ini lagi,” katanya.
TKSK Kecamatan Cidahu, Muhammad Idrus, yang turut membantu penanganan korban mengatakan pihaknya menerima laporan adanya pelajar korban pembacokan di sekitar RS DKH sebelum akhirnya diketahui korban merupakan warga Kecamatan Parungkuda.
“Saya telusuri ternyata korban bernama RG, warga Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda. Informasinya saat pulang sekolah korban dicegat ketika macet di Jembatan Cigoong,” ujar Idrus.
Menurutnya, setelah berhasil lolos dari kepungan pelaku, korban kembali dikejar dan langsung diserang menggunakan senjata tajam.
“Pas dikejar itu pelaku langsung mengeluarkan sajam dan membacok bagian belakang kepala korban,” ungkapnya.
Idrus menambahkan, dugaan sementara pelaku berjumlah empat hingga lima orang yang menggunakan beberapa sepeda motor.
“Korban ternyata bukan cuma satu orang. Ada juga S yang dibacok di lokasi berbeda. Kemungkinan pelakunya sekitar empat sampai lima orang,” bebernya.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih menjalani perawatan intensif. Sementara kasus tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap identitas dan motif pelaku. (R.Cking).

