terbit.id, Sukabumi - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berbasis gotong royong di Kecamatan Cibadak terus menunjukkan progres nyata. Memasuki pembangunan rumah ke-22, Camat Cibadak bersama staf kecamatan, perangkat kelurahan, dan masyarakat kembali melakukan pembangunan dua rumah warga di Kampung Bojong Setra RW 001 dan Kampung Sukajadi RW 10, pada Jumat (8/5/2026).
Program RTLH yang digagas Pemerintah Kecamatan Cibadak ini menjadi salah satu upaya percepatan penanganan rumah tidak layak huni di wilayah tersebut. Berdasarkan data sementara dari desa dan kelurahan, tercatat sekitar 1.300 unit rumah masih memerlukan perbaikan.
Camat Cibadak, Mulyadi mengatakan, banyaknya jumlah RTLH membuat pihak kecamatan bergerak cepat dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Karena jumlahnya sangat banyak, kami berupaya merespon cepat. Jadi ketika ada laporan dari desa ke staf bagian sosial kecamatan, baik dari kelurahan maupun desa langsung kami tindaklanjuti,” ujarnya Mulyadi.
Menurutnya, program Rutilahu tersebut mulai berjalan sejak 2025 dan diperkuat pada 2026 melalui kolaborasi lintas sektor di wilayah Kecamatan Cibadak.
Dalam pelaksanaannya, program tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, namun juga partisipasi aktif masyarakat. Setiap pengajuan bantuan terlebih dahulu melalui proses asesmen oleh tim kecamatan bersama RT/RW dan pemerintah desa maupun kelurahan setempat.
Mulyadi menjelaskan, kesiapan warga untuk bergotong royong menjadi salah satu syarat utama sebelum bantuan material diajukan kepada para donatur.
“Kalau warga siap gotong royong, baru kami hitung kebutuhan materialnya, lalu kami ajukan ke donatur melalui pola ‘Lelang Kebaikan’ di grup KOPI MASAL,” jelasnya.
KOPI MASAL sendiri merupakan singkatan dari Kolaborasi Peduli Masalah Sosial, sebuah wadah komunikasi lintas elemen masyarakat dalam membantu penyelesaian persoalan sosial di Kecamatan Cibadak. Bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat berupa material bangunan sesuai kebutuhan di lapangan dan bukan uang tunai.
Sumber pendanaan program berasal dari berbagai pihak, mulai dari infak mingguan ASN kecamatan, jamaah pengajian, Forkopimcam, pemerintah desa dan kelurahan, hingga dukungan perusahaan swasta, BAZNAS, serta masyarakat sekitar.
“Awalnya dari infak, sekarang alhamdulillah perusahaan juga ikut terlibat,” tambah Mulyadi.
Pada kegiatan pembangunan Jumat pagi, penerima manfaat pertama yakni Eman Sulaeman (40), warga Kampung Bojong Setra RT 03 RW 001 Kelurahan Cibadak yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap.
Sementara penerima manfaat kedua yakni Hermin Widyastuti, warga Kampung Sukajadi RT 03/10. Bantuan material bangunan untuk kedua rumah tersebut berasal dari dukungan BAZNAS Kabupaten Sukabumi dan program CSR dari PT Daehan Global.
Program gotong royong RTLH di Kecamatan Cibadak diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi solusi nyata dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hunian yang lebih layak dan aman.(R.Cking).

