Jembatan Citalahap Ambruk, TNI-Polri Gotong Royong Bangun Akses Darurat dan Bantu Siswa Menyeberang

Redaksi
Selasa, 21 April 2026 | 17:36 WIB Last Updated 2026-04-21T10:37:55Z


terbit.id, Sukabumi - Ambruknya jembatan Sungai Citalahap di Kampung Cipiit, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, akibat banjir bandang pada Selasa (14/4/2026), sempat membuat warga terisolir. Namun di tengah keterbatasan, aksi cepat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menghadirkan harapan melalui pembangunan jembatan darurat serta bantuan penyeberangan bagi anak-anak sekolah.

Raut kecemasan sempat terlihat di wajah para siswa sekolah dasar di Kampung Cipiit. Jembatan permanen yang biasa mereka lalui kini telah luluh lantak diterjang banjir, sementara arus Sungai Citalahap masih mengalir deras.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh, mengingat jembatan itu merupakan satu-satunya akses penghubung keluar masuk kampung. Warga pun sempat terisolir, termasuk anak-anak yang hendak bersekolah.


Namun, di tengah situasi sulit, hadir kepedulian dari aparat gabungan. Personel TNI dan Polri turun langsung ke lokasi, membantu warga menyeberangi sungai. Dengan sigap, mereka menggendong dan menuntun para siswa agar tetap bisa bersekolah.

Plt Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar, bahkan memimpin langsung aksi kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan infrastruktur.

“Jembatan ini adalah akses satu-satunya. Begitu ambruk terbawa banjir, warga Kampung Cipiit praktis terisolir. Kami tidak ingin pendidikan anak-anak terhenti hanya karena kendala infrastruktur, maka dari itu kami hadir di sini untuk membantu mereka menyeberang dengan aman,” ujar Yanuar Fajar, Selasa (21/4/2026).

Selain membantu penyeberangan, sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat juga diwujudkan melalui pembangunan jembatan darurat. Proses ini dilakukan secara gotong royong sambil menunggu solusi permanen dari pemerintah.

Secara tidak langsung, Fajar menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas agar aktivitas warga kembali berjalan normal. Ia juga mengakui bahwa proses pengerjaan menghadapi tantangan, terutama kondisi medan dan cuaca yang tidak menentu.

“Saat ini kami bersama TNI, unsur Pemda, dan masyarakat sedang mengerjakan jembatan darurat. Estimasi pengerjaan sekitar dua hingga tiga minggu ke depan,” jelasnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, aparat dari Polsek Nyalindung dan Koramil setempat disiagakan di lokasi untuk membantu mobilitas warga. Mereka juga terus memantau kondisi debit air sungai yang sewaktu-waktu bisa meningkat.

Warga pun berharap langkah cepat yang dilakukan saat ini segera diikuti pembangunan jembatan permanen. Pasalnya, jembatan Citalahap bukan sekadar penghubung, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong dan kepedulian aparat menjadi bukti bahwa harapan tetap ada, bahkan di saat akses utama terputus sekalipun. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jembatan Citalahap Ambruk, TNI-Polri Gotong Royong Bangun Akses Darurat dan Bantu Siswa Menyeberang

Trending Now

Iklan