terbit.id Sukabumi - Ratusan anak yatim piatu menerima santunan dari Yayasan Sukabumi Sukses Sejahtera Mandiri dalam rangka peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-12 sekaligus dapur ke-10 di Desa Bojong Kokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum berbagi di bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat komitmen peningkatan kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Peluncuran SPPG tersebut ditandai dengan prosesi gunting pita yang dilakukan oleh Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran. Dalam kesempatan itu, kegiatan juga diisi dengan santunan anak yatim serta buka puasa bersama.
Suardi Samiran menyampaikan, kegiatan berbagi kepada anak yatim piatu merupakan langkah positif yang dilakukan oleh pengelola SPPG, terlebih di momentum bulan Ramadan yang identik dengan kepedulian sosial.
“Untuk berbagi dengan masyarakat terutama kepada anak yatim ini suatu hal yang positif yang dilakukan oleh SPPG. Selama ini mereka membagikan kepada peserta didik, di antaranya juga anak yatim. Namun kali ini khusus di bulan suci Ramadan sebagai bentuk kepedulian kepada anak yatim di wilayah ini,” ujar Suardi.
Ia juga meninjau langsung fasilitas dapur SPPG yang baru diluncurkan. Menurutnya, secara umum fasilitas tersebut sudah cukup baik dan telah memiliki berbagai sertifikasi yang diperlukan.
“Dapurnya cukup baik. Secara umum bagus, mereka juga sudah memiliki sertifikat layak higienis kesehatan dan sanitarian. Namun ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan besok mereka akan melakukan perbaikan. Kalau tidak diperbaiki tentu tidak boleh dioperasikan,” tegasnya.
Suardi menambahkan, Badan Gizi Nasional juga telah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) operasional bagi setiap SPPG. Apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, maka pihaknya tidak segan memberikan sanksi hingga penutupan sementara.
“Sekarang sudah ada juknisnya. Kalau ada yang melanggar, akan di-suspend atau ditutup sementara. Kami akan telisik dan audit jika ada kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.
Ia berharap ke depan pengelola SPPG lebih mengedepankan kualitas pelayanan dibandingkan sekadar mengejar kuantitas.
“Harapan ke depan kita lebih mengedepankan kualitas, bukan kuantitas lagi. Mutu terbaik itulah yang bisa membuat anak-anak bangsa kita menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Yayasan Sukabumi Sukses Sejahtera Mandiri, Diki, mengatakan peluncuran SPPG di Parungkuda merupakan yang ke-12 di wilayah tersebut, sekaligus dapur ke-10 yang dikelola oleh yayasan.
“Hari ini kita launching SPPG ke-12 di Kecamatan Parungkuda dan dapur ke-10 di Yayasan Triple S. Kegiatannya launching, santunan anak yatim dan juga buka puasa bersama,” kata Diki.
Ia menyebutkan, santunan yang diberikan pada kegiatan tersebut menyasar sekitar 700 anak yatim dari berbagai wilayah di Kecamatan Parungkuda.
Menurutnya, pengelola SPPG berkomitmen menjaga kualitas pelayanan agar program pemenuhan gizi dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan keluhan dari masyarakat.
“Fokus kami tentu pada kualitas pelayanan. Kami mempertahankan 0 persen komplain, 0 persen kegagalan produk, dan 0 persen masalah. Alhamdulillah selama ini itu bisa dipertahankan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forkopimcam Parungkuda dan stakeholder terkait, di antaranya Kapolsek Parungkuda AKP Erman, Danramil 0607-12/Parungkuda Kapten Arm Andriyono, Camat Parungkuda Asep Sumantri, Kepala Puskesmas Parungkuda dr. Bagus Jatiswara, Kepala Yayasan Sukabumi Sukses Sejahtera Mandiri Lela Sumirat, serta Koordinator SPPI Kecamatan Parungkuda Sahrul. (R.Cking).

