terbit.id, Sukabumi - Sebanyak 250 warga diberangkatkan dalam program mudik gratis yang digelar Polres di Kabupaten Sukabumi. Program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan aman dan tanpa biaya, terutama di tengah meningkatnya ongkos perjalanan saat Lebaran.
Ratusan warga tampak antusias mengikuti program mudik gratis yang difasilitasi Polres Sukabumi. Pelepasan dilakukan langsung oleh Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, di Pos Operasi Ketupat Lodaya 1447 Hijriah, exit tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sebanyak empat bus diberangkatkan dengan total sekitar 250 penumpang menuju sejumlah kota tujuan, di antaranya Cianjur, Bandung, Cirebon, hingga Purworejo di Jawa Tengah.
Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan, program ini ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi untuk pulang kampung.
“Polres Sukabumi menyediakan layanan mudik gratis untuk masyarakat, khususnya yang bekerja dan beraktivitas di Sukabumi, kemudian akan kembali ke kampung halamannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada persyaratan khusus bagi warga yang ingin mengikuti program tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah masyarakat benar-benar membutuhkan fasilitas tersebut.
“Syarat dan ketentuan khusus tidak ada. Yang penting masyarakat yang membutuhkan ingin kembali ke kampung halamannya, kita fasilitasi dengan layanan yang layak, nyaman, dan aman,” jelasnya.
Program mudik gratis ini bukan kali pertama digelar. AKBP Samian menyebut kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk dukungan Polri terhadap kelancaran arus mudik Lebaran.
“Kita sudah rutin melaksanakan tiap tahun. Ini sebagai dukungan Polri dalam menyukseskan momen Idul Fitri, di mana mudik sudah menjadi budaya tahunan masyarakat,” katanya.
Selain menyediakan transportasi, Polres Sukabumi juga memberikan fasilitas tambahan berupa takjil untuk berbuka puasa di perjalanan.
“Karena masih dalam suasana puasa, kita berikan takjil agar masyarakat tidak perlu repot mencari makanan saat berbuka di perjalanan,” tambahnya.
Ke depan, pihak kepolisian masih membuka kemungkinan adanya pemberangkatan tambahan jika jumlah peminat terus bertambah.
“Kita masih menampung, bila ada masyarakat yang akan mudik, akan kita fasilitasi di tengah kesibukan pengamanan Operasi Ketupat 2026,” ungkapnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat yang mudik untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan. Ia menyarankan warga mematikan perangkat listrik yang berpotensi menimbulkan korsleting serta menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat jika diperlukan.
“Pastikan rumah dalam keadaan aman. Kendaraan bisa dititipkan di Polres atau Polsek terdekat,” pesannya.
Sementara itu, salah satu pemudik, Nevi Oktavia, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Warga asal Nagrak yang telah 10 tahun tinggal di Sukabumi itu mudik ke Purworejo bersama dua anaknya.
“Saya mudik setiap tahun, dan sekarang gratis. Sangat senang, terima kasih kepada Bapak Kapolres, ini sangat membantu,” ujarnya.
Ia menyebut biaya perjalanan ke kampung halamannya biasanya mencapai Rp250 ribu per orang pada hari biasa, bahkan bisa naik hingga Rp300 ribu saat musim Lebaran. (R.Cking).

