terbit.id, Sukabumi - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, H.M. Loka Tresnajaya, menegaskan komitmennya mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat menggelar Reses I Tahun 2026 di Kampung Manggis Hilir, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/2/2026).
Dalam reses yang diikuti puluhan warga tersebut, Loka menyampaikan bahwa kegiatan kali ini merupakan pematangan dari rangkaian reses sebelumnya, yang sejak awal diarahkan pada pembangunan ekonomi masyarakat Desa Benda.
“Reses hari ini sebenarnya rangkuman dari reses tahun lalu. Jadi ini lebih mematangkan tujuan besar saya di Desa Benda, yang utama bukan hanya pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan sekolah, tapi juga pembangunan sumber daya manusianya,” ujar Loka.
Desa Padat Penduduk, Peluang Kerja Terbatas
Loka menjelaskan, Desa Benda merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi di Kecamatan Cicurug. Namun di sisi lain, tingginya usia produktif tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja.
“Jumlah usia kerja di sini banyak, tapi kesempatan peluang kerjanya sangat terbatas. Itu yang menjadi masalah utama dan harus kita jawab bersama,” ungkapnya.
Karena itu, lanjut Loka, pengembangan UMKM dipilih sebagai solusi strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor industri pabrik.
UMKM Lanjutan, Bukan Sekadar Mulai
Berbeda dengan pendekatan awal, fokus reses kali ini menitikberatkan pada UMKM lanjutan. Sebab, sebagian warga Desa Benda dinilai sudah memiliki rumah produksi dan produk yang berjalan.
“UMKM di sini bukan baru mulai. Mereka sudah punya produk. Bahkan salah satu rumah produksi ada di sini. Tantangannya sekarang bukan hanya produksi, tapi bagaimana memasarkan,” jelasnya.
Menurut Loka, kebutuhan utama pelaku UMKM saat ini meliputi alat pendukung produksi, peningkatan kapasitas SDM, hingga strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar.
Etalase UMKM dan Wilayah Ekonomi Khusus
Sebagai bentuk dukungan konkret, Loka berencana menyiapkan ruang etalase UMKM sebagai tempat memamerkan dan memasarkan produk-produk lokal Desa Benda.
“Yang saya siapkan untuk mereka itu ruang etalase. Tempat menayangkan bahwa ini loh hasil produksi UMKM Desa Benda,” katanya.
Rencananya, etalase tersebut akan dikembangkan di beberapa titik strategis, termasuk kawasan Gang Hawai hingga SPBG, yang diarahkan menjadi wilayah ekonomi khusus.
“Saya dorong ke pemerintah desa, hayu siapkan wilayah-wilayah ekonomi khusus supaya para penggiat UMKM bisa berkumpul dan berkembang di sana,” tambahnya.
Wilayah ini nantinya akan mengakomodir seluruh kelompok UMKM, baik yang bergerak di sektor kuliner, olahan hasil bumi, hingga peternakan dan perikanan.
Potensi Produk Lokal Desa Benda
Meski belum menetapkan produk unggulan, Loka menyebut potensi hasil bumi Desa Benda sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual.
“Hasil kebun bisa jadi keripik, tapi jangan keripik biasa. Bisa juga diolah jadi produk lain seperti selai. Bahkan kami sudah siap produksi roti, roti khas Desa Benda,” ungkapnya.
Ia berharap, ke depan Desa Benda memiliki produk khas yang bahan bakunya berasal dari potensi lokal dan diproduksi langsung oleh masyarakat setempat.
Digital Marketing Jadi Kunci
Terkait permodalan, Loka menegaskan bantuan anggaran akan disiapkan. Namun, ia menilai kesiapan SDM jauh lebih penting agar bantuan tepat sasaran.
“Bukan hanya modal yang datang, tapi kesiapan pelaku UMKM. Saya lebih mengedepankan kemampuan menjual daripada sekadar bisa membuat produk,” tegasnya.
Sebagai langkah nyata, Loka telah melaksanakan pelatihan manajemen dan digital marketing sejak tahun 2025 yang diikuti sekitar 200 peserta.
“Sekarang zamannya media sosial. Pelatihan digital marketing ini saya siapkan supaya PR terbesar UMKM, yaitu penjualan, bisa terjawab,” jelasnya.
Target Nyata Kawasan Ekonomi Khusus
Loka menutup dengan harapan agar status Desa Benda sebagai bagian dari kawasan ekonomi khusus tidak hanya sebatas data, tetapi terwujud nyata di lapangan.
“Desa Benda jumlah penduduknya lebih dari 16 ribu jiwa. Usia kerja tinggi, tapi penyerapannya lemah. Maka UMKM harus jadi jalan keluar,” tandasnya.
Ia berharap, melalui penyediaan ruang ekonomi, pelatihan SDM, hingga penguatan pemasaran, masyarakat Desa Benda mampu membangun kemandirian ekonomi dari kampung sendiri. (R.Cking).

