Bandung — Komitmen mendorong pemuda Jawa Barat agar tampil sebagai aktor pembangunan kembali ditegaskan Ketua DPD KNPI Jawa Barat, Fuad Kasyfurrahman, dalam audiensi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat di Bandung. Rabu (25/02/26).
Audiensi yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif itu diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Kominfo Jabar, Bayu Rakhmana, bersama jajaran. Pertemuan tersebut membahas peran strategis pemuda dalam mendukung transformasi digital, penguatan literasi informasi, serta pembangunan narasi publik yang positif dan produktif.
Dalam forum tersebut, Fuad menekankan bahwa era disrupsi digital menuntut generasi muda untuk “naik kelas”. Pemuda, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi pengamat di tengah derasnya arus informasi dan perubahan teknologi.
“Jabar Istimewa bukan sekadar slogan. Ini adalah gerakan kolektif. Pemuda harus hadir di garda depan, bukan jadi penonton, apalagi hanya baperan. Kita harus berperan, memberi solusi, dan terlibat langsung dalam proses pembangunan,” tegas Fuad.
Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI Jawa Barat menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Fuad menegaskan pihaknya akan mengawal visi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar implementasinya benar-benar berdampak hingga ke akar rumput.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pemuda menjadi kunci untuk memastikan transformasi digital tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek literasi dan karakter.
Pihak Diskominfo Jabar menyambut baik langkah kolaboratif tersebut. Berbagai peluang sinergi konkret pun terbuka, mulai dari program literasi digital, pelatihan konten kreatif bagi pemuda, hingga penguatan kanal informasi berbasis komunitas yang mampu menjadi penyeimbang di tengah maraknya disinformasi.
Audiensi ini menjadi titik awal kolaborasi yang lebih terstruktur antara pemerintah dan elemen kepemudaan. KNPI Jawa Barat menegaskan, transformasi digital harus dibarengi dengan transformasi karakter, membangun generasi muda yang adaptif, solutif, dan berdaya saing.
Di tengah dinamika zaman yang serba cepat, pesan yang digaungkan jelas: Jawa Barat membutuhkan generasi yang siap turun tangan, bukan generasi yang mudah tersinggung. Pemuda harus berperan, bukan baperan. *(Rls/Uj).


