10 Hektar Sawah Terkubur Longsor di Nyalindung Sukabumi, Puluhan KK Terancam Kelaparan

Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026 | 17:49 WIB Last Updated 2026-01-07T10:53:34Z


​TERBIT.ID, Sukabumi – Sepuluh hari pascabencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada 28 Desember 2025, kondisi warga Kampung Cihanjuang, Desa Sukamaju, kian memprihatinkan. Selain dihantui trauma longsor susulan, warga kini menghadapi ancaman krisis pangan akibat gagal panen total.

​Meski titik awal pergerakan tanah hanya berasal dari satu lokasi, dampaknya menjalar secara masif. Ketua RT 03/07 Kampung Cihanjuang, Cece, mengungkapkan bahwa tercatat ada 21 titik longsoran baru yang tersebar di wilayahnya.

​Dampak paling fatal terjadi pada sektor pertanian. Lahan sawah seluas 10 hektar yang baru saja ditanam kini rata dengan material batu, pasir, dan kayu.

​"Cihanjuang biasa menghasilkan lebih dari 20 ton padi, namun dipastikan gagal panen akibat banjir beberapa waktu lalu. Sawah sudah ditanam, harusnya panen 4 bulan lagi. Sekarang kondisinya tertutup batu dan kayu. Susah untuk diperbaiki secara mandiri," ujar Cece saat diwawancarai, Rabu (07/01/2026).

​Estimasi sementara menunjukkan hanya sekitar 40% lahan yang mungkin bisa dipulihkan, itu pun memerlukan biaya rehabilitasi yang sangat besar di luar kemampuan warga.


​Terisolasi: Jalan Putus dan Blank Spot Sinyal


​Akses transportasi menuju Kampung Cihanjuang hingga saat ini masih lumpuh total. Di wilayah tetangga, Cijoho, jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saat cuaca cerah. Jika hujan turun, jalur tersebut berubah menjadi medan lumpur yang berbahaya dan tidak bisa dilewati.

​Penderitaan warga diperparah dengan status wilayah yang merupakan zona tanpa sinyal (blank spot). Hal ini menyulitkan warga untuk berkoordinasi atau meminta bantuan saat keadaan darurat.

​"Dari dulu memang tidak ada sinyal di sini. Kami susah untuk mengabarkan kondisi darurat atau meminta bantuan dengan cepat," tambah Cece.

​Saat ini, sebanyak 47 Kepala Keluarga (KK) di RT 03/07 terdampak langsung secara ekonomi. Karena sumber penghasilan utama dari bertani hilang total, ketersediaan bahan pangan mulai menipis.

​Warga sangat mengharapkan kehadiran pemerintah daerah untuk memberikan bantuan darurat dan solusi jangka panjang, di antaranya bantuan beras dan sembako untuk kebutuhan sehari-hari ​Alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun material longsor dan perhatian khusus bagi kelompok tani untuk memperbaiki lahan pertanian.

​"Harapan kami ada bantuan sementara untuk makan. Hubungan ekonomi warga dari pertanian terputus total," pungkas Cece.(KRI) 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 10 Hektar Sawah Terkubur Longsor di Nyalindung Sukabumi, Puluhan KK Terancam Kelaparan

Trending Now

Iklan